Laporkan Masalah

Hubungan pendidikan kesehatan reproduksi melalui muatan lokal sekolah terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja SMA di Kabupaten Dompu

FATIMAH, Omiyati, dr. Ova Emilia, SpOG, M.Med, Ph.D

2010 | Tesis | S2 IKM-Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan Reproduksi

Latar Belakang: Pendidikan kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual adalah salah satu cara untuk mengurangi atau mencegah penyalahgunaan seks, khususnya untuk mencegah dampak-dampak negatif yang tidak diharapkan seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi yang tidak aman beserta komplikasinya, penyakit menular seksual, depresi dan perasaan berdosa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, komunikasi antara remaja dan orangtua tentang kesehatan reproduksi, pengaruh dari teman sebaya serta pengaruh informasi tentang seksualitas melalui media massa seperti majalah, radio, televisi dan internet. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan reproduksi melalui muatan lokal sekolah terhadap pengetahuan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja SMA di Kabupaten Dompu Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain cross sectional study (studi potong lintang), serta dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan wawancara mendalam (indepth Interview) sebagai data pendukung. Sampel diambil secara simple random sampling. Subjek penelitian adalah remaja SMA kelas XI. Data primer diambil dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan Chi Square dan Binomial regresi dengan confidence interval 95%. Analisa data dilakukan secara univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan kesehatan reproduksi melalui muatan lokal sekolah dengan pengetahuan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Pengetahuan tinggi lebih banyak didapatkan pada siswa yang memiliki pendidikan kesehatan reproduksi melalui muatan lokal sekolah dari pada siswa tanpa pendidikan kesehatan reproduksi melalui muatan lokal sekolah dengan nilai ρ=0,000; RP=2,29; 95%CI=1,68-3,13. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan reproduksi yang dituangkan melalui muatan lokal sekolah efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Semakin baik pendidikan kesehatan reproduksi yang diperoleh, semakin tinggi pengetahuan remaja tentang pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan.

Background: Reproduction health education and sexual education is one way to reduce or prevent sexual abuse, especially to prevent the negative impact as unwanted pregnancy, unsafe abortion and its complication, sexual transmitted disease, depression and guilt felt. This caused by the less information on reproduction health, communication between adolescent and their parent about reproduction health, the influence of peer as well as the influence of information on sexuality through mass media as magazine, radio, television and internet. Objectives: To knowing the correlation of reproduction health education through school local content to the knowledge on unwanted pregnancy prevention in senior high school adolescent in Dompu Regency. Methods: The research was analytic survey research by cross sectional design, and was analyzed using quantitative approach and indepth interview as additional data. The sample was acquired by simple random sampling. The research subject was senior high school adolescent in grade eleventh. The primary data was acquired using questionnaire. Statistical test in this research were Chi Square and Binomial Regression with confidence interval of 95%. Data was analyzed in univariable, bivariable and multivariable way. Results: There was significant correlation between reproduction health education through school local content with the knowledge on unwanted pregnancy prevention. High knowledge more owned by the student whose get reproduction health education through school local content than the student without reproduction health education through school local content, with ρ value=0.000; RP=2,29; 95%CI=1.68-3.13. Conclusions: Reproduction health education which implemented through school local content was effective in increasing the knowledge on unwanted pregnancy prevention in the adolescent. The better the reproduction health education they had get, the higher the adolescent’s knowledge on unwanted pregnancy prevention.

Kata Kunci : Remaja,Pendidikan kesehatan reproduksi,Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), Adolescent, reproduction health education, unwanted pregnancy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.