Faktor komunitas dalam penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia analisis data SDKI 2007
ANGGRAENI, Novi, dr. Ova Emilia, SpOG(K), M.Med, Ph.D
2010 | Tesis | S2 IKM-Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan ReproduksiLatar Belakang: Laporan SDKI 2007 menunjukkan terjadi peningkatan penggunaan kontrasepsi di Indonesia pada wanita kawin dari 49,7 persen pada tahun 1991 menjadi 61 persen pada tahun 2007. Peningkatan penggunaan kontrasepsi ini diikuti juga dengan peningkatan penggunaan kontrasepsi modern yaitu 47 persen pada tahun 1991 menjadi 57,4 persen pada tahun 2007. Penelitian sebelumnya menunjukkan ada hubungan antara penggunaan metode kontrasepsi modern dengan faktor individu, keluarga dan komunitas. Penelitian ini melihat secara keseluruhan bagaimana faktor individu, keluarga dan komunitas membentuk pilihan metode kontrasepsi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan faktor komunitas dengan penggunaan metode kontrasepsi modern di Indonesia. Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional dengan rancangan Cross-Sectional,menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 16.803 wanita kawin usia 15-49 tahun. Hubungan antara variabel penelitian dianalisis dengan x2, kekuatan hubungan dihubungkan dengan rasio prevalensi dengan 95% CI. Hasil penelitian: Pencapaian penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia mencapai 57,4 persen pada tahun 2007. Persetujuan suami ditingkat komunitas adalah faktor yang paling menentukan penggunaan kontrasepsi modern di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali 1 ditunjukkan dengan nilai RP (CI 95%) adalah 1,11(1,04-1,18) dan 1,35(1,24-1,48). Persetujuan wanita di komunitas menjadi variabel yang paling berpengaruh di luar Jawa-Bali 2 dengan nilai RP(CI 95%) adalah 2,83(2,55-3,14). Tingkat pendidikan wanita di komunitas terbukti berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi modern di Jawa-Bali, luar Jawa-Bali 1, dan luar Jawa-Bali 2. Status tempat tinggal wanita di komunitas terbukti berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi modern di Jawa-bali dan luar Jawa-Bali 1. Kesimpulan: Hubungan antara faktor tingkat komunitas dengan penggunaan kontrasepsi modern menunjukkan pentingnya norma budaya yang berlaku serta perkembangan ekonomi terhadap penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia
Background: Based on the report of IDHS year 2007, there was an increased use of contraceptives in Indonesia among married women from 49.7% in 1991 to 61% in 2007. Similarly, an increased use of modern contraceptive methods was also presented from 47% in 1991 to 57.4% in 2007. Previous studies have suggested that there was a relationship between the use of modern contraceptive method and the factors of individual, family, and community. Referring to those studies, this study observes on how the factors of individual, family and community can affect the choice of contraceptive methods. Objective: To know the relationship between the factor of community and the use of modern contraceptive methods in Indonesia. Method: This was an observational study with a cross-sectional study design using a qualitative approach. The subjects were 16.803 married women aged 15-49 years old. The correlation among study variables was analyzed using x2 and the power was correlated with prevalence ratio with 95%CI. Results: The use of modern contraceptives in Indonesia reached 57.4% in 2007. The husbands’ agreement to contraceptive methods in community was the most determinant factor in the use of modern contraceptives shown with the value of PR (CI95%) in Java-Bali = 1.11(1.04-1.18) and in outside Java-Bali 1 = 1.35(1.24-1.48). Women’s agreement in community became the most influential variable in outside Java-Bali 2 with the value of PR (CI95%) which was 2.83(2.55-3.14). In addition, women’s educational background in community was proven to have a relationship with the use of modern contraceptives in Java-Bali, in outside Java-Bali 1, and in outside Java-Bali 2. The residency status of married women in community had also been proven to have a relationship with the use of modern contraceptives in Java-Bali and in outside Java-Bali. Conclusion: The existing relationship between the factor of community level and the use of modern contraceptive methods implied the importance of cultural norms as well as economic development toward the use of modern contraceptive methods in Indonesia.
Kata Kunci : Faktor tingkat komunitas,Kontrasepsi modern, factor of community level, modern contraceptives