Laporkan Masalah

Determinasi hemaglutinin, gen penyandi fibronectin binding protein dan analisis amplified fragment length polymorphism (AFLP) Staphylococcus aureus isolat asal susu sapi perah

PRATOMO, Feny Prabawati, Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia

2010 | Tesis | S2 Bioteknologi

Staphylococcus aureus merupakan agen penyebab utama mastitis baik klinis maupun subklinis pada sapi perah. Mastitis dapat menyebabkan kerugian ekonomi peternak akibat turunnya produksi susu maupun biaya penanganan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan determinasi hemaglutinin, gen penyandi fibronectin binding protein sebagai salah satu faktor yang bertanggung jawab dalam virulensi S. aureus, dan analisis hubungan klonal antar isolat S. aureus pada susu sapi perah. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah susu sapi perah yang berasal dari sentra peternakan di Yogyakarta, Solo, Boyolali dan Sumedang. Determinasi hemaglutinin S. aureus dilakukan melalui uji hemaglutinasi dengan menggunakan eritrosit kelinci. Deteksi gen penyandi fibronectin binding protein dilakukan dengan menggunakan primer spesifik dengan teknik polymerase chain reaction (PCR). Hubungan klonal antar isolat S. aureus ditentukan dengan menggunakan teknik amplified fragment length polymorphism (AFLP). Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar S. aureus (78,95%) mempunyai hemaglutinin yang diketahui berdasar kemampuan mengaglutinasi eritrosit kelinci. Hasil analisis gen penyandi fibronectin binding protein S. aureus, diketahui bahwa gen fnbA (dengan ukuran sekitar 1300 bp) dapat dideteksi pada 57,89% isolat, gen fnbB (dengan ukuran sekitar 900 bp) dapat dideteksi pada 31,58% isolat dan sebanyak 31,58% isolat mengandung kombinasi kedua gen fnbA dan fnbB. Hasil analisis AFLP dengan unweight pair group method with arithmatic average (UPGMA) diperlihatkan bahwa seluruh S. aureus yang diisolasi dari susu sapi perah dari berbagai wilayah dapat dikelompokkan menjadi 4 klaster. Pemetaan S. aureus berdasarkan hemaglutinin, gen fnbA dan fnbB dan pola AFLP diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi kontrol infeksi S. aureus pada sapi perah.

Staphylococcus aureus is a major pathogen causing clinical and subclinical mastitis in dairy milk cows. The mastitis can raise an economical problem for farmers because of decreasing of milk production and high cost for control of disease. The aims of the research were to determine virulence factor of S. aureus that expressed on the haemaglutination reaction to erythrocytes and to analyse gene encoding fibronectin binding proteins and clonal relationship of S. aureus isolated from milk cows from various origins. Staphylococcus aureus used in this study were isolated from dairy milk cows from Yogyakarta, Solo, Boyolali and Sumedang. The haemagluitinin of S. aureus were determined based on haemaglutination reaction to erythrocytes of rabbit. Detection of gene encoding fibronectin binding proteins were amplified with specific primers by using polymerase chain reaction (PCR). Clonal relationship among S. aureus isolates were analysed with amplified fragment length polymorphism (AFLP) technique. The results of studies showed that most of S. aureus (78,95%) expressed haemaglutinin based on their ability to aglutinate rabbit erythrocytes. Analysis of gene encoding fibronectin binding proteins of S. aureus revealed gene fnbA with size of approximately 1300 bp for 57,89% isolates, gene fnbB with size of approximately 900 bp for 31,58% isolates and both of genes fnbA and fnbB could be detected for 31,58% isolates. The analysis of AFLP showed that all S. aureus isolated from dairy milk cows from various origins could be grouped into 4 clusters. The mapping of S. aureus based on haemaglutinin, genes fnbA and fnbB and AFLP pattern of the present study might help to control of S. aureus infection in dairy herds.

Kata Kunci : Staphylococcus aureus,Hemaglutinin,Gen penyandi fibronectin binding protein,AFLP,Susu sapi perah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.