Pembuatan papan partikel limbah batang pohon jagung dan plastik thermoplast
RISMANTO, Agus, Prof. Ir.Iman Sutaryo, M.E, Ph.d
2010 | Tesis | S2 Magister Sistem TeknikSemakin sulitnya kondisi hutan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan kayu yang digunakan untuk bahan bangunan maka muncul beberapa alternatif telah dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan bahan bangunan tersebut. Salah satunya yaitu dengan mencari bahan pengganti produk yang menggunakan bahan kayu. Limbah jagung merupakan limbah pertanian di Kabupaten Kulon Progo yang selama ini dibakar dan dibuang serta belum dimanfaatkan secara efisien. Limbah batang jagung dapat digunakan sebagai papan partikel sebagai alternatif pengganti kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah limbah batang jagung dan mempelajari potensi batang jagung sebagai bahan baku alternatif pembuatan papan partikel dengan menggunakan limbah termoplastik sebagai bahan subtitusi perekat. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah batang jagung dan limbah termoplastik yang diperoleh dari di Kabupaten Kulon Progo DIY Yogyakarta. Proses pembuatan papan partikel ini yaitu bahan baku batang jagung yang divariasi dengan komposisi limbah plastik dengan bantuan perekat urea formaldehida, limbah batang jagung : limbah termoplastik masing-masing 65%: 35(P1), 50% : 50 % (P2) dan 35% : 65% (P3) dan variasi kerapatan kerapatan 0,4 g/cm3(IK 04), kerapatan 0,6 g/cm3 (IK 06) dan kerapatan 0,9 g/cm3 (IK 09). Batang jagung dikeringkan dibawah 10% kemudian diayak dan ditimbang selanjutnya dilakukan pencampuran limbah batang jagung dan limbah termoplastik dengan bantuan urea formaldehida selanjutnya dicetak dalam mat lalu dilakukan pengepresan dingin dan pengepresan panas dan dilakukan pengkondisian selama tujuh hari . Paramater yang diamati meliputi kerapatan, penyerapan air, keteguhan tarik tegak lurus permukaan (internal bonding) keteguhan lentur dan modulus elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perekat dan jumlah perekat berpengaruh terhadap kerapatan, penyerapan air, keteguhan tarik tegak lurus permukaan, keteguhan lentur (MOR) dan modulus elastisitas (MOE). Nilai Kerapatan tertinggi yaitu 0,425 - 0,963 gr/cm3. Nilai penyerapan air tertinggi adalah 55,9 %. Nilai kadar air tertinggi yaitu 9,81 % berat. Nilai pengembangan tebal tertinggi yaitu 30, 32 %.Nilai keteguhan tarik tegak lurus permukaan (internal bonding) tertinggi adalah 3,27 kgf/cm2. Nilai keteguhan lentur tertinggi adalah 197,55 kgf/cm2. Nilai keteguhan modulus elastisitas tertinggi adalah 20.405 kgf/cm2 , campuran terbaik adalah 30% partikel batang jangung : 65 % plastik dengan kerapatan 0,9 gr/cm3 yang sebagian besar sifat fisik dan mekanik memenuhi SNI.
The more difficult conditions to meet the increased forest timber needs. Several alternatives have been developed to overcome the scarcity of building materials. One of them is to find substitute products that use corn kayu.Limbah material is agricultural waste in Kulon Progo been burnt and thrown away and not being utilized efficiently. The purpose of this research is to overcome the problem of waste corn and corn studying potential as an alternative raw material particle board manufacturing using waste as a thermoplastic adhesive material substitution. Raw materials used in this study are corn waste and waste from thermoplastic in Kulon Progo Regency , Special Region of Yogyakarta. Particle board manufacturing process is the raw material of corn varied with the composition of plastic waste with the help of urea formaldehyde prekat, cornstalk waste: waste thermoplastic respectively 65%: 35 (P1), 50%: 50% (P2) and 35% : 65% (P3) and density variations in the density of 0.4 g/cm3 (IK 04), the density of 0.6 g/cm3 (IK 06) and the density of 0.9 g/cm3 (IK 09). Dried corn below 10% then sifted and weighed then performed mixing corn waste and waste thermoplastics with the aid of further urea formaldehyde and then printed in a mat made of cold pressing and hot pressing and conditioning done for seven days. The observed parameters include density, water absorption, tensile strength perpendicular to surface (internal bonding) bending strength and modulus of elasticity. The results showed that the type and amount of adhesive glue effect on density, water absorption, tensile strength perpendicular to the surface, bending strength (MOR) and modulus of elasticity (MOE). The highest density value of 0.425 to 0.963 gr/cm3. The highest water absorption value was 55.9%. The highest water content value of 9.81% weight. Thick development of the highest value of 30, 32%. Value of tensile strength perpendicular to surface (internal bonding) is the highest 3.27 kgf/cm2. The highest bending strength value was 197.55 kgf/cm2. The value determination is the highest modulus of elasticity 20,405 kgf/cm2, the best mixture is 30% of particles stems corn: 65% of plastic with a density of 0.9 gr/cm3 most Physical and mechanical properties meet the SNI.
Kata Kunci : Batang jagung,Papan artikel,Plastilk,corn tree, particle board, plastics