Laporkan Masalah

Pemanfaatan limbah abu ampas tebu dan limbah industri kerajinan batu kapur untuk pembuatan agregat ringan buatan pada beton ringan

SAPUTRA, Irfan Krisna, Dr. Eng. Imam Haryanto, S.T., M.T

2010 | Tesis | S2 Magister Sistem Teknik

Peningkatan jumlah penduduk dari tahun ketahun semakin bertambah yang menyebabkan kebutuhan akan rumah tinggal juga semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan kebutuhan bahan bangunan juga semakin meningkat. Pembangunan infrastruktur di indonesia sampai saat ini banyak didominasi beton sebagai material utamanya, karena beton mempunyai kekuatan awal yang tinggi, murah dalam perawatan dan dapat dicetak sesuai bentuk dan ukuran yg diinginkan. Disisi lain, limbah abu ampas tebu (AAT) dan limbah batu kapur (BK) sampai saat ini hanya dibuang begitu saja dilingkungan tanpa dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatannya ditinjau dari unsur kimia dan untuk mencegah dampak buruk terhadap lingkungan, maka limbah tersebut digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan agregat buatan yang digunakan dalam campuran beton. Agregat dicetak berukuran 15×15×15 mm3. Variasi campuran AAT dan BK adalah 10 : 90; 30 : 70; 50 : 50; 70 : 30 dan 90 : 10. Benda uji beton yang digunakan dalam penelitian ini berupa kubus dengan ukuran 150×150×150 mm3 dengan cara pengujian mengacu pada standar SNI 03-1974-1990. Kuat tekan yang direncanakan 26,89 MPa. Semen yang digunakan yaitu Semen Portland tipe I. Setiap varian dalam penelitian ini akan diuji berat jenis, serapan air dan kuat tekan beton pada umur 7 hari dengan 3 benda uji beton untuk 1 data pengujian. Perawatan benda uji dengan cara direndam dalam air. Hasil akhir penelitian menunjukkan beton ringan yang dihasilkan dengan agregat ringan buatan dari campuran AAT dan BK yang berbeda berpengaruh terhadap berat jenis, serapan air dan kuat tekan beton. Berat jenis optimum dihasilkan pada perbandingan 90% AAT + 10% BK sebesar 1936,82 kg/m3 dan berat jenis minimum dihasilkan pada perbandingan 50% AAT + 50% BK sebesar 1840,42 kg/m3. Serapan air minimum dihasilkan pada perbandingan 90% AAT + 10% BK sebesar 22,53% dan serapan air optimum dihasilkan pada perbandingan 50% AAT + 50% BK sebesar 26,78 %. Kuat tekan optimum dihasilkan pada perbandingan 10% AAT + 90% BK dengan peningkatan kuat tekan 18,10% dan kuat tekan minimum dihasilkan pada perbandingan 50% AAT + 50% BK dengan penurunan kuat tekan 23,73%. Penggunaan agregat ringan buatan pada beton agar diperoleh mutu beton yang paling baik adalah dengan perbandingan 30% limbah abu ampas tebu + 70% limbah batu kapur dan perbandingan 70% limbah abu ampas tebu + 30% limbah batu kapur.

Population increasing every year affects needs increasing of house. It causes needs of building materials getting higher. Till nowdays, infrastructure development in Indonesia is dominated by concrete as primary material, because concrete has high initial strength, cheap in treatment and can be made in desired shape. In the other side, waste of sugarcane baggase ash (AAT) and waste of limestone (BK) is discarded to the environtment without utilized. From chemical point of view and to prevent the adverse effect to the environtment, then those two waste can be utilized as basic material to produce artificial aggregate that is used in concrete mixing. Size of aggregate is 15×15×15 mm3. Mixing variations of AAT and BK are 10 : 90; 30 : 70; 50 : 50; 70 : 30 and 90 : 10. Concrete specimens in this research is in cubical form with dimension 150×150×150 mm3. The testing procedure is refer to SNI 03-1974-1990. Desired compressive strength is 26,89 MPa. Cement that was used is Portland cement type I. Each variant in this research will be tested for specific gravity, water absorption and compressive strength at 7 days with 3 specimens for each test data. Specimen curing is by soaked in the water. The final result of research shown that lightweight concrete produced from different mixing of AAT and BK affecting specific gravity, water absorption and compressive strength of concrete. Optimum specific gravity is produced at mixing of 90% AAT + 10% BK is 1936,82 kg/m3 and minimum specific gravity is produced at mixing 50% AAT + 50% BK is 1840,42 kg/m3. Minimum water absorption is produced at mixing of 90% AAT + 10% BK is 22,53% and optimum water absorption is produced at mixing of 50% AAT + 50% BK is 26,78 %. Optimum compressive strength is produce at mixing of 10% AAT + 90% BK with compressive strength increasing is 18,10% and minimum compressive strength is produced at mixing of 50% AAT + 50% BK with compressive strength decreasing is 23,73%. Utilization of lightweight aggregate for concrete to obtain high quality concrete is by mixing 30% waste of sugarcane bagasse ash + 70% waste of limestone and mixing of 70% waste of sugarcane bagasse ash + 30% waste of limestone

Kata Kunci : Abu ampas tebu,Batu kapur,Berat jenis,Serapan air,Kuat tekan beton


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.