Laporkan Masalah

Percepatan waktu pengomposan sampah organik dengan penambahan starter Trichoderma sp

MUNAWARATON, Ria Millati, S.T., M.T., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Magister Sistem Teknik

Pembangunan pertanian yang merupakan adopsi dari keajaiban revolusi hijau dengan berbasis unggulan yang mengacu pada sistem usaha tani berbasis kimia dan pestisida, secara instan telah memberikan peningkatan hasil pangan dunia, tapi di sisi lain menimbulkan dampak negatif yang sangat besar, kejenuhan produktivitas lahan, merosotnya kesuburan tanah, berkurangnya aktivitas sinergi mikroba tanah dan menurunya hasil panen. Hal ini dapat diatasi dengan memanfaatkan sampah dan mengolahnya menjadi kompos. Untuk mempercepat proses pengomposan perlu ditambahkan starter yang mampu mendegradasi sampah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat proses pengomposan dengan menambahkan starter Trichoderma sp dengan konsentrasi 0 %,2,5 %,5% dan 7,5%. Penelitian diawali dengan pembuatan starter Trichoderma sp pada media aplikatif dedak dengan proses sterilisasi dedak, inokulasi, dan inkubasi selama 1 minggu. Starter yang telah jadi dicampukan pada sampah daun Filisium, kobis dan dedak dengan perbandingan 50:50:10. Proses pengomposan dihentikan apabila C/N rasio sudah mencapai batas yang disyaratkan oleh SNI Kompos (10 – 20).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starter Trichoderma sp dengan konsentrasi 5 % dan 7,5% berlangsung selama 21 hari dengan kandungan C/N rasio masing-masing 19,93 dan 16,99. Untuk kandungan N pada konsentrasi 5 % dan 7,5 % masing-masing 1,20 dan 1,22 %. Dan untuk kandungan P pada konsentrasi 5 % dan 7,5 % masing-masing 1,27 % dan 1,29 %. Sedangkan untuk K pada konsentrasi 5 % dan 7,5 % masing-masing 1,10 % dan 1,11 %. Secara umum, kompos yang dihasilkan dari penambahan starter Trichoderma sp pada konsentrasi 5 % dan 7,5 % memenuhi standar mutu kompos (SNI 19-7030-2004).Berdasarkan hasil Analisis Varian (Anava) dilanjutkan dengan DMRT menunjukkan bahwa penambahan starter Trichoderma sp 5 % dan 7,5 % berbeda nyata pada C/N rasio kompos tetapi tidak berbeda nyata pada kandungan Nitrogen (N), Phospor (P) dan Kalium (K).

Agriculture development occur negative effects such as land productivity saturation, declining of soil fertility, decreasing of harvest, reducing of soil microbe activities (95 % of Indonesia agriculture land has organic matter content less than 1 %, whereas it require 4 – 5 % organic matter). It can be solved by utilize the waste to be compost. To accelerate the composting process, need a new starter (bioactivator) which has capability to degradate the organic waste. The aims of this research were to study the effect of Trichoderma sp starter addition to organic waste composting time and to determine optimum condition of Trichoderma sp starter addition in order to produce compost that fulfill the SNI requirement. The research was initiated by making the Trichoderma sp starter to applicable media which is dedak. The steps were sterilization of dedak, inoculation, and incubation for 1 week. The finished starter were mixed with Filicium decipiens, Brassica oleracea L (cabbage), and dedak with ratio 50:50:10. The composting process were stopped if the C/N ratio reached the limit that required by compost SNI (19-7030-2004).The research result showed that the addition of Trichoderma sp starter with concentrations 5 % and 7,5% took place for 21 days with C/N ratio 19,93 and 16,99 respectively. And N content for concentrations 5 and 7,5 % were 1,20 and 1,22 % respectively. For P content for concentrations 5 and 7,5 % were 1,27 % and 1,29 % respectively. Kalium (Potassium) content for concentrations 5 and 7,5 % were 1,10 % and 1,11 % respectively. The compost quality of 5 and 7,5 % of Trichoderma sp starter complied the standard organic fertilizer (SNI 19-7030-2004). Based on Analysis of Varians (ANOVA) and continued by Duncan Multiple Range Test (DMRT) showed that the addition of for concentrations 5 and 7,4 % were significant to C/N ratio compost but not significant to Nitrogen (N), Phosphor (P) and Kalium (K) content.

Kata Kunci : Trichoderma sp, Pengomposan, Kualitas kompos, Trichoderma sp, Composting, Compost Quality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.