Partisipasi masyarakat dalam penyediaan air minum melalui program sistem pengembangan air minum pedesaan :: Studi Kasus Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman
AINY, Qurrotu, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahKebutuhan air minum untuk manusia selalu meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan kebutuhan air minum ini sayangnya tidak diimbangi dengan ketersediaan air terutama di daerah pesisir, terpencil dan rawan air pada musim kemarau. Pemerintah, melalui Departemen Pekerjaan Umum Propinsi, melaksanakan program yang disebut dengan sistem pengembangan air minum perdesaan (SPAM Perdesaan) guna memenuhi kebutuhan air minum khususnya untuk daerah pesisir, terpencil dan rawan air. Program SPAM perdesaan ini dilaksanakan salah satunya di Desa Sumberarum Kecamatan Moyudan dan Kabupaten Sleman dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Didaerah inilah penulis mengambil lokasi dengan fokus penelitian pada proses pembangunan sarana air minum, partisipasi masyarakat dalam pembangunan sarana air minum dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan masyarakat pada pelaksanaan pembangunan sarana air minum melalui program SPAM perdesaan cukup tinggi. Semua tahapan pembangunan sarana air minum menurut tingkat partisipasi Hoofsteede termasuk ke dalam kelas partisipasi inisiasi (kelas tertinggi). Faktor-faktor yang mempengaruhi secara umum adalah manfaat dari program yang sesuai dengan kebutuhan, selain itu juga kondisi masyarakat meliputi tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan masyarakat, faktor pemerintah melalui intervensi, faktor pelaksana kegiatan dan faktor program. Penelitian ini merekomendasikan program SPAM perdesaan masih perlu untuk dilanjutkan terutama di daerah rawan air dan terpencil.
Human needs for water is increasing each years along with the increasing of population. Such increase is unfortunately not matched by the availability of water, especially in coastal areas, isolated areas and vulnerable water areas during the dry season. The government, through the Public Works Department, initiates a program called rural water supply system development (Rural SPAM) to fulfill the needs of water, especially for coastal areas, isolated areas and vulnerable water areas. SPAM rural program was carried out at the Sumberarum village, Moyudan district and Sleman Regency. This research focuess on the development process of water facilities, community participation and factors that influence such participation. The research showed that community involvement in the implementation SPAM programs is quite high. All stages of the development of water facilities based to Hofsteede partisipation theory found that the category of the partisipation is good (highest grade). Factors that influence the programs are the benefits of the program that fulfill the people needs of water. Further, such factors also works include: education, occupation and income levels of the people and the government intervention, program implementer and the program itself. This research concluded that rural SPAM programs need to be continued, especially for coastal areas, isolated areas and vulnerable water areas during the dry season.
Kata Kunci : Program SPAM perdesaan,Partisipasi masyarakat