Laporkan Masalah

Modal sosial dalam pengelolaan prasarana sanitasi program sanitasi berbasis masyarakat (sanimas) di Kota Surakarta

BASKORO, Bani, Ir. Leksono Probo Subantu, MURP., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kurangnya kesadaran masyarakat kampung perkotaan yang padat penduduk, kumuh, & miskin dalam membuat prasarana sanitasi milik sendiri dan merawat fasilitas sanitasi yang dibuat oleh Pemerintah menjadi fokus masalah sanitasi perkotaan di Indonesia. Pemerintah berusaha mengatasi hal tersebut dengan melaksanakan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS). Program ini bertujuan untuk mengikutsertakan masyarakat kampung perkotaan dalam pengelolaan prasarana sanitasi yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) SANIMAS. Keberhasilan pengelolaan dapat ditunjukkan dari keberlanjutan prasarana SANIMAS yang tergantung dari modal sosial komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Tipe, elemen dan tingkat modal sosial, (2). tingkat keberlanjutan prasarana SANIMAS, (3). Pengaruh modal sosial masyarakat terhadap keberlanjutan prasarana sanitasi Program SANIMAS, dan (4). Elemen modal sosial masyarakat yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan prasarana sanitasi Program SANIMAS. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deduktif dengan teknik analisis kuantitatif-kualitatif. Data penelitian ini didapat melalui survei lapangan dengan cara observasi fisik, membagikan kuisioner kepada anggota KSM SANIMAS dan melakukan wawancara terhadap informan kunci/tokoh masyarakat yang mengetahui tentang Program SANIMAS serta data dari instansiinstansi terkait. Unit amatan penelitian ini adalah anggota KSM SANIMAS di Kota Surakarta. Sedangkan unit analisisnya adalah KSM pada masing-masing kampung SANIMAS di Kota Surakarta. Penelitian ini menemukan empat hal pokok: Pertama, tipe modal sosial masyarakat tujuh (7) Kampung KSM SANIMAS di Kota Surakarta adalah sama yaitu tipe bounding social capital. Elemen modal sosial masyarakat terdiri dari jaringan, kepercayaan, dan norma. Tingkat modal sosial masing-masing KSM SANIMAS di Kota Surakarta bervariasi (sangat tinggi, tinggi dan rendah). Kedua, tingkat keberlanjutan prasarana SANIMAS masing-masing KSM SANIMAS di Kota Surakarta bervariasi (sangat tinggi, tinggi dan rendah). Ketiga, keberlanjutan prasarana SANIMAS dipengaruhi oleh modal sosial masyarakat. Dan keempat, elemen kepercayaaan adalah elemen modal sosial yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan prasarana SANIMAS.

Lack of awareness of urban kampong society, which is dense populated, crowded, and poor in making their own sanitation infrastructure and take care of sanitation facility made by Government become focus of urban sanitation issue in Indonesia. Government try to overcome this problem by executing Community-Based Sanitation Program (SANIMAS). This program aimed to involve urban kampong society in the management of sanitation infrastructure. The community formed association named Self-Supporting Group of People (KSM) SANIMAS. The success of management can be seen from sustainability of SANIMAS infrastructure, which is depended on social capital community. This research aims to identifies: (1) The type, element, and level of social capital; (2) The level of SANIMAS infrastructure sustainability; (3) The influence of social capital on sanitation infrastructure sustainability of SANIMAS program; and (4) The most influencing element of social capital on sustainability of SANIMAS program. This research was conducted by deductive method with quantitative-qualitative technique. Data of this research was obtained from field survey by mean of physical observation, distribution of questionnaire to the member of KSM SANIMAS, and interview with key person/elite figure of society knowing about SANIMAS Program and also data obtained from related institutions. Observation unit of this research is the member of KSM SANIMAS in the City of Surakarta. Analysis unit of this research is KSM at each kampong of SANIMAS in the City of Surakarta. This research found four important thing. First, social capital type of society at seven kampongs of KSM SANIMAS in the City of Surakarta is similar, i.e. bounding capital social. Social capital element of society is consisting of network, trust, and norm. Social capital level of each KSM SANIMAS in the City of Surakarta is varied (very high, high, and low). Second, sustainability level of SANIMAS infrastructure of each KSM SANIMAS in the City of Surakarta is varied (very high, high, and low). Third, the sustainability level of SANIMAS depend on the social capital of society. And the last, trust is the most influence of the sustainability of SANIMAS.

Kata Kunci : Modal sosial,Keberlanjutan prasarana sanitasi,Program Sanimas,Social capital, sustainability of sanitation infrastructure, and SANIMAS program


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.