Laporkan Masalah

Prospek pertanian organik perkotaan di Kota Metro

OKTIRA, Lina, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Pembangunan pertanian perkotaan yang terpadu sudah banyak diketahui mampu menjaga kelestarian lingkungan kota, mengoptimalkan alokasi sumberdaya yang ada, mengurangi pengangguran dan meningkatkan ketahanan pangan wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi prospek pertanian organik perkotaan di Kota Metro. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode analisis deduktif. Data yang digunakan berasal dari hasil pengamatan lapangan dan wawancara dengan responden. Data yang diperoleh diklasifikasikan menjadi tiga wilayah amatan, yaitu wilayah pusat kota, wilayah tengah kota dan wilayah pinggiran kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian organik perkotaan di Kota Metro terus berkembang, jumlah pelaku terus bertambah dan prospek yang cukup baik untuk dikembangkan. Pertanian organik banyak terdapat di wilayah amatan tengah kota dan masih memungkinkan untuk mengembangkannya ke pinggiran kota di mana lahan masih tersedia luas. Pertanian organik perkotaan masih menganut siklus tanam konvensional, dimana penanaman padi diselingi dengan tanaman palawija atau sayuran, terutama untuk jenis lahan sawah yang memiliki irigasi teknis, yang hampir mendominasi pertanian organik yang ada di Kota Metro. Daya dukung sumber daya manusianya, daya dukung lahan dan air yang dimiliki Kota Metro merupakan faktor-faktor yang mendukung perkembangan pertanian organik perkotaan di Kota Metro. Akan tetapi, pertanian organik perkotaan di Kota Metro masih dalam masa transisi dari pertanian konvesional, jadi masih memakai pupuk Urea dan obat-obatan kimia untuk menangani organisme pengganggu tanaman. Hal ini menyebabkan produk pertanian organik di Kota Metro belum bisa mendapatkan sertifikat atau label organik pada produknya, sehingga harganya masih sama dengan produk pertanian konvensional. Selain itu juga menyebabkan pemasaran produk organik sedikit terhambat karena belum bisa menembus pangsa pasar menengah ke atas ataupun supermarket.

Integrated urban farming has been known for its potentials to optimize urban resources, reduce unemployment and increase food security. The research aims is to explain factors that influence the prospect of urban organic farming in Metro City. This research is an exploratory research, used descriptive qualitative method. Data were gathered from direct observations and interviews with respondents. Data is classified into three observation areas: center area, middle area, and countryside area. The research shows that urban organic farming in Metro City is increasing. The majorities of organic farmers in Metro City are in productive ages and have educational background of high school. Organic farming can be found mostly in the city middle area. There is possibility to expand to the countryside where there are still enough land. Urban organic farming still use conventional plant cycle, where the plantation of paddy can be substituted with vegetables or legume plant, especially for typical paddy fields, that have technical irrigation which dominate organic farming in Metro City. The prospect of urban organic farming in the study area is good. This is because of three important factors, namely: human resources, land and water. However, urban organic farming in Metro City is still in transition stage, which used Urea fertilizer and chemicals pesticide to combat plant pest. This resulted in the fact that the products of urban farming in Metro City could not be labeled with organic label and attain certificate for organic products. This makes the price of the products is the same with conventional farming products. This also hinders the marketing of organic product.

Kata Kunci : Pertanian,Organik,Kota Metro,Prospek, Farming, Organic, Metro City, Prospect


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.