Faktor-faktor risiko kejadian anemia pada siswi SLTA Kabupaten Sleman Yogyakarta
WARDANI, Anna Ratih, Prof. Dr. Wiryatun Lestariana, S.Apt
2010 | Tesis | S2 IKM-Epidemiologi Lapangan
Latar Belakang Anemia pada remaja putri merupakan suatu keadaan dimana kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah kurang dari 12 gr/dl. Angka kejadian anemia pada masa remaja masih cukup tinggi. Kasus anemia gizi besi pada masa remaja biasanya akan berlanjut menjadi anemia pada masa kehamilan ketika menjadi seorang ibu. Prevalensi anemia cukup tinggi terjadi pada balita, remaja putri dan wanita usia subur. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (2001) prevalensi anemia pada Balita (0-5 th) sekitar 47%, Anak usia sekolah/remaja sekitar 26,5% dan wanita usia subur 40%. Hasil survey kesehatan yang lain dapat dilihat bahwa prevalensi anemia pada remaja putri umur 10-14 th adalah 57,11%, dan pada wanita umur 15-44 tahun adalah 40,2%. Sedang hasil survey anemia pada remaja putri (2006) di Kabupaten Sleman adalah 51,33%. Studi ini untuk mengetahui proporsi hubungan antara faktor risiko pola makan, faktor risiko pola menstruasi, faktor pengetahuan remaja putri tentang anemia, faktor kebiasaan minum teh dan faktor pekerjaan dan pendidikan orang tua dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Sleman.
Obyektif : Studi penelitian ini adalah observasional dengan rancangan studi kasus kontrol dengan tujuan menguji faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Sleman.
Metode : Data studi ini diambil di SMA/SMK di Kabupaten Sleman. Subyeknya sebanyak 110 remaja putri yang masuk di criteria inklusi dan dilakukan pengambilan secara random sampling. Hasil kadar hemoglobin didapat dengan menggunakan pemeriksaan cyanmethemoglobin, data dikumpulkan kemudian diobservasi dan dihitung/dianalisa. Penelitian ini untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan SPSS for Windows version 10,0
Hasil dan Kesimpulan : Hasil dari penelitian ini adalah faktor pola makan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian anemia pada remaja putri (p=0,000: OR=5,802, CI 2,505 Background: Anemia in female teenagers is a condition whereby level of red blood cell or hemoglobin in the blood is less than 12 g/dL. The prevalence of anemia in teenagers is still relatively high. Fe anemic cases during teenage period will generally become anemia during pregnancy when some becomes a mother. The prevalence of anemia is relatively high in underfives, female teenagers and eligible women. The result of household health survey 2001 showed the prevalence of anemia was 47% in underfives, 26.5% in school children/teenagers and 40% in eligible women. Another health survey indicated that anemia in female teenagers at District of Sleman was 51.33% in 2006.
Objective: The study aimed to identify association between risk factors of eating pattern, menstrual pattern, knowledge of female teenagers about anemia, tea drinking habit and occupation and education of parents and the prevalence of anemia in female teenagers at District of Sleman.
Method: The study was observational with case control study design to find out risk factors for the prevalence of anemia in female teenagers at Senior High School, District of Sleman. Subject consisted of 110 female teenagers that fulfilled inclusion criteria taken with random sampling technique. Data of hemoglobin level were obtained through cyanmethemeglobin examination. The study aimed to identify association between independent variable and dependent variable using computer.
Result and Conclusion: Factor of eating pattern had significant association with the prevalence of anemia in female teenagers (p=0.000; OR=5.802, CI 2.505
Kata Kunci : Anemia,Remaja putri,Faktor risiko,anemia, female teenagers, risk factors