Studi polimorfisme gen plasmodium falciparum chloroquine resistance transporter (PFCRT) dari penderita malaria di Kotamadya Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
KAMELIA, Marlina, Prof. dr. Supargiyono, DTMH, SU, Ph.D
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisPenderita malaria falciparum masih banyak ditemui di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung, bahkan beberapa tahun terakhir ditengarai adanya peningkatan. Di sisi lain kegagalan pengobatan penderita malaria juga sudah banyak dilaporkan. Meningkatnya angka kejadian malaria disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adanya kasus malaria yang resisten terhadap obat anti malaria. Polimorfisme gen pfcrt banyak dihubungkan dengan resistensi P.falciparum terhadap klorokuin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian polimorfisme gen pfcrt di daerah endemis malaria di Kotamadya Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif analitik bersifat cross sectional. Sampel darah diambil dari penderita malaria falciparum di Kotamadya Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Isolasi DNA menggunakan dua macam metode yaitu metode Guanidine isothiocyanate dan metode Chelex 100. Gen pfcrt kemudian diamplifikasi dengan metode nested PCR menggunakan 2 pasang primer yaitu TCRP dan TCRD. Hasil amplifikasi kemudian dipotong dengan enzim restriksi Apo1. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa seluruh penderita mengalami polimorfisme sebesar 100% yang ditunjukkan dengan terbentuknya 2 band yaitu 34bp dan 100bp. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian polimorfisme antara lain riwayat konsumsi obat antimalaria dengan dosis yang irrasional, tidak menggunakan kelambu dan obat antinyamuk saat tidur. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat polimorfisme gen pfcrt di Bandar Lampung dan Lampung Selatan.
There are many case of malaria falciparum disease in some regency in Lampung Province, in fact now there are some increasing of these case. However that the failure terapy of malaria falciparum have been reported. The increasing incidence of malaria is caused by various factor, one of the case are resistant to anti-malaria drug. Pfcrt gene polymorphism associated with P.falciparum resistance to chloroquine. This study aimed to determine whether there is a pfcrt gene polymorphism and the frequency of pfcrt gene polymorphism in patients with malaria falciparum at Bandar Lampung and South Lampung Regency. This study is a descriptive analytic cross sectional nature. Blood was collected from the P. falciparum–positive patients in Bandar Lampung and South Lampung Regency. Isolation of DNA using two methode, Guanidine isothiocyanate and Chelex 100. Gen pfcrt amplified by nested PCR-RFLP using two pairs of primers, TCRP and TCRD. The product of amplification PCR cut by restriction enzymes Apo1. The result showed that the frequency of polymorphism samples from Bandar Lampung and South Lampung Regency has polymorphism at 100% and show by formation of two band of 34bp and 100bp. Factors that related to the polymorphism incidence are the consumtion history of anti-malaria drug of some people with irrational doses, the absen of mosquito ne usage, and anti-mosquito drug when they are sleep. From this research we can conclude that the pfcrt gene polymorphism there is Bandar Lampung and South Lampung Regency.
Kata Kunci : Malaria falciparum,Pfcrt,Klorokuin,Polimorfisme,