Hubungan komunikasi antara remaja dengan orangtua, teman sebaya dan pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS dengan perilaku pencegahan HIV-AIDS pada remaja SMA di Kota Baturaja Sumatera Selatan
ELYA, Dra. Nida UI Hasanat, M.Si
2010 | Tesis | S2 IKM-Perilaku dan Promosi KesehatanLatar Belakang: Human Immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immuno deficiency syndrome (AIDS) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan kematian. HIV/AIDS paling banyak menyerang usia produktif, antara usia 20-29 tahun. Kasus HIV/AIDS di Kabupaten OKU sebanyak 15 orang, dan 3 orang masih remaja berstatus pelajar. Sebagai pencegahan diperlukan upaya peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dan peran komunikasi orangtua dan teman sebaya. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan komunikasi antara remaja dengan orangtua, teman sebaya dan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja SMA di Kota Baturaja. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 413 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dan regresi logistik. Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara komunikasi remaja dengan orangtua dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS (p = 0,00; OR = 2,77; 95%CI = 1,86-4,12). Komunikasi remaja dengan orangtua yang buruk berisiko perilaku pencegahan buruk 2,8 kali lebih besar daripada komunikasi remaja dengan orangtua baik. Ada hubungan yang bermakna antara komunikasi remaja dengan teman sebaya, dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS (p = 0,005; OR = 1,73; 95%CI = 1,18-2,57). Komunikasi remaja buruk akan berisiko perilaku pencegahan buruk 1,7 kali lebih besar dari komunikasi remaja dengan teman sebaya yang baik. Ada hubungan bermakna antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS (p = 0,00; OR = 3,2 ; 95%CI = 2,08-4,76). Pengetahuan remaja buruk mempunyai risiko perilaku pencegahan buruk 3,2 kali lebih besar dari pengetahuan yang baik. Hasil regresi logistik pengetahuan buruk meningkatkan risiko 2,7 perilaku pencegahan HIV/AIDS buruk daripada pengetahuan yang baik. Kesimpulan. Ada hubungan bermakna antara komunikasi remaja dengan orangtua dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Ada hubungan antara komunikasi remaja dengan teman sebaya dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Ada hubungan bermakna antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Variabel pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja SMA di Kota Baturaja.
Background: Human immunodeficiency virus (HIV) and acquired immune deficiency syndrome (AIDS) are diseases that attack body immune system and can cause death. HIV/AIDS mostly attack people at productive age, between 20-29 years old. There are HIV/AIDS cases in 15 people, 3 of them are students in Ogan Komering Ulu (OKU) regency. Efforts of prevention have to be made by increasing knowledge of teenagers about HIV/AIDS and role of communication with parents and peers. Objective: To identify association between communication of teenagers with parents, peers, and knowledge of teenagers about HIV/AIDS and behavior of HIV/AIDS prevention in senior high school teenagers Baturaja Municipality. Method: The study was a survey with cross sectional design. Subject of the study were all students of grade 3 at at two senior high schools in Baturaja Municipality. There were as many as 413 respondents. Data were obtained through questionnaire data were analyzed using chi-square statistical test and multivariable using regrecion logistic. Result: There was significant association between communication of teenagers with parents and behavior of HIV/AIDS prevention (p = 0.00; OR = 2.77; 95% CI =1.86-4.12). There was significant association between communication with peers and behavior of HIV/AIDS prevention (p = 0.005; OR = 1.73; 95%CI = 1.18-2.57).There was significant association between knowledge of teenagers about HIV/AIDS and behavior of HIV/AIDS prevention (p = 0.00; OR = 3.15; 95%CI = 2.08-4.76). Conclusion: There was association between communication of teenagers with parents and HIV/AIDS preventive behavior. There was association between communication of teenagers with peers and HIV/AIDS preventive behavior. There was significant association between knowledge of teenagers about HIV/AIDS and HIV/AIDS preventive behavior. Variable of knowledge was the most dominant factor associated with HIV/AIDS preventive behavior among senior high school teenagers at Baturaja Municipality.
Kata Kunci : Komunikasi,Orangtua,Teman sebaya,Pencegahan HIV,AIDS,communication, parents, peers, HIV/AIDS prevention,teenager