Pemaknaan kesetaraan gender pada perempuan dalam komunitas Islam :: Studi pada komunitas Salafi, Wahdah Islamiyah, dan Hizbut Tahrir
MERLINS, Rety Reka, Dr. Partini
2010 | Tesis | S2 SosiologiIsu kesetaraan gender merupakan wacana yang selalu menjadi perdebatan, baik di kalangan feminis maupun komunitas muslim. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemaknaan kesetaraan gender pada perempuan dalam komunitas Islam (Salafi, Wahdah Islamiyah dan Hizbut Tahrir) terkait dengan perannya di publik. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif, untuk memberikan gambaran pemaknaan kesetaraan gender pada perempuan dalam komunitas Islam. Studi ini menggunakan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann dengan pendekatan fenomenologi, sedangkan analisis dan penyajiannya dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga komunitas Islam baik Salafi, Wahdah Islamiyah maupun Hizbut Tahrir, memaknai kesetaraan gender tersebut dengan menyatakan bahwa perempuan sama dengan laki-laki, mempunyai kesempatan untuk terlibat di sektor publik karena Islam tidak melarang. Namun realitasnya terjadi perbedaan implementasi. Perempuan dalam komunitas Salafi, setelah menikah, berada di sektor domestik. Perempuan dalam komunitas Wahdah Islamiyah, berorganisasi dan bekerja. Perempuan dalam komunitas Hizbut Tahrir, bekerja dan berpolitik. Salafi sebagai gerakan keagamaan menekankan pada aspek aqidah melalui dakwah yang bertujuan untuk memurnikan arti tauhid. Wahdah Islamiyah merupakan bagian dari organisasi massa Islam, tidak hanya fokus dalam bidang dakwah, tetapi juga aktif di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan kaderisasi, bertujuan untuk memberikan alternatif penyelesaian persoalan bagi umat Islam. Hizbut Tahrir merupakan salah satu gerakan Islam transnasional dengan basis politik, yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam dalam bingkai khilafah.
Issue on gender equality is an interesting object to be debated, both within feminist and moslem community. This research is aimed to understand the meaning of gender equality of women in moslem communities (Salafi, Wahdah Islamiyah and Hizbut Tahrir) related to their roles in public. It uses descriptive analysis to provide description on the meaning of gender equality of women in moslem community. Researcher also uses theory of social construction of Berger and Luckmann with fenomenology approach, while the analysis is presented in narration. The research shows that women at each community of Salafi, Wahdah Islamiyah and Hizbut Tahrir declare that woman and man have the same roles in public as Islam does not forbid to do it. However, in reality there are differences on its implementation. Women in Salafi community engage in domestic area. Women in Wahdah Islamiyah community involve in organization and working in public. Women in Hizbut Tahrir community entail in working area and politic. Salafi as religion movement, focus on Islam values and active in preaching to purify the meaning of Islam. Wahdah Islamiyah is a part of Islam mass organization is not only engaged in preaching, but also involve in education, social, economi and cadre development, which has a goal to provide alternative solution for moslem communities. Hizbut Tahrir is one of transnational Islam movement with political based and has objective to establish Islam state.
Kata Kunci : Kesetaraan gender,Perempuan,Komunitas Islam,Salafi,Wahdah Islamiyah,Hizbut Tahrir, Illuminating Gender Equality, Women in Moslem Community (Salafi, Wahdah Islamiyah, and Hizbut Tahrir)