Arus kas, kendala pendanaan, mispricing dan investasi :: Studi empiris pada Bursa Efek Indonesia
FITRIA, Weny, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA
2010 | Tesis | S2 ManajemenKeputusan investasi dalam sebuah perusahaan bukanlah keputusan yang mudah karena berhubungan erat dengan sumber pendanaan (internal maupun eksternal) yang mana masing-masing sumber yang akan digunakan tersebut memiliki tingkat beban bunga yang berbeda-beda. Selain itu keputusan memilih sumber pendanaan juga dipengaruhi oleh kondisi kendala pendanaan perusahaan karena hal tersebut berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam mengakses sumber dana yang tersedia. Perusahaan yang memiliki ketersediaan dana internal (misalnya, kas) yang cukup tentu akan cenderung memilih menggunakan sumber tersebut daripada sumber eksternal (misalnya, utang atau penjualan saham) karena umumnya berbiaya lebih murah. Namun, sumber dana eksternal akan menjadi pilihan yang masuk akal ketika sumber internal tidak mencukupi. Dengan menggunakan model regresi data panel dan observasi data selama lima tahun, penelitian ini menemukan bahwa arus kas berpengaruh positif terhadap tingkat investasi perusahaan dan perusahaan dengan kendala pendanaan tinggi (KPT) memiliki sensitifitas pengaruh arus kas terhadap investasi yang lebih besar daripada perusahaan dengan kendala pendanaan rendah (KPR). Selain itu, perubahan yang terjadi pada harga pasar saham (Mispricing) perusahaan juga memiliki dampak positif terhadap tingkat investasi perusahaan. Namun, perusahaan dengan kendala pendanaan rendah menganggap perubahan harga saham perusahaan yang positif (overvalued) sebagai sumber dana investasi yang lebih menarik daripada menurut perusahaan dengan kendala pendanaan tinggi.
A firm’s investment decision isn’t easy to take because it closely relates with fund resource (both from internal and external) in which each has different level of interest expence. In addition, the decision to choose fund resource is also influenced by condition of firm’s fund constraints considering its correlation with firm capacity to access the fund resource available. A firm with internal fund on hand in sufficient amount (cash, for example) is likely prefer to use it rather than external resource (debt or stock sale, for example), because usually it has lower expense. However, external fund resource will become reasonable choice when internal one doesn’t suffice. Using regression model of panel data and data observation for five years, this research found that cash flow has positive effect on firm’s investment level and firm with high fund constraints (KPT) has sensitivity of cash flow effect to bigger investment than a firm with low fund constraints (KPR). In addition, the change of firm’ stock market price (mispricing) also has positive effect on firm investment level. However, a firm with low fund constraints considers the change of positive firm’ stock price (overvalued) as more attractive investment fund resource than according to firm with high fund constraints.
Kata Kunci : Arus kas,Investasi,Kendala pendanaan,Mispricing, Cash flow, Investment, Fund constraints, Mispricing