Investasi dan masalah penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sorong
FATEM, Ferry, Dr. Wahyu Widayat, M.Ec
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini adalah tentang investasi dan masalah penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sorong. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui sektor-sektor unggulan dan potensi daerah Kabupaten Sorong untuk menarik investor baru, menganalisis dampak investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sorong dan mengetahui kebijakan pemerintah daerah dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal melalui pendidikan dan pelatihan ketrampilan untuk masuk lapangan kerja. Penelitian ini menggunakan alat analisis deskriptif, angka pengganda (multiplier), analisis Location Quotient (LQ) dan analisis penyerapan tenaga kerja. Adapun hasil dari penelitian bahwa (1) Sektor Perdagangan, Hotel & Restoran, sektor Industri Pengolahan, Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan, serta sektor Jasa-jasa adalah merupakan sektor yang sangat baik untuk terus dikembangkan di Kabupaten Sorong karena investasi pada sektor-sektor tersebut terus berkembang dan memberikan kontribusi yang tinggi pada penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sorong. Adapun sektor Industri Pengolahan juga merupakan sektor unggulan dan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Sorong. Peranan tenaga kerja lokal di Kabupaten Sorong masih sangat terbatas. Rata-rata tenaga kerja lokal hanya sebanyak 15,89 persen sedangkan untuk jumlah tenaga kerja pendatang mencapai lebih dari 82 persen. Kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Sorong dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal melalui pendidikan dan pelatihan telah diupayakan oleh pemerintah daerah seperti termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sorong Tahun 2007-2012. Program tersebut adalah peningkatan penyediaan dan penempatan tenaga kerja, pelatihan ketrampilan pada berbagai bidang kejuruan, peningkatan pembinaan lembaga pelatihan dilaksanakan melalui membina lembaga latihan swasta, serta peningkatan hubungan sesuai peraturan ketenagakerjaan.
This research is about investment and employment issues in Sorong Regency. This research has the objective to know the dominant sectors and potential areas of Sorong regency to attract new investors, analyzing the impact of investment on employment in Sorong Regency and knowing the local government policy in preparing the local workforce through education and skills training to enter employment. This research using descriptive analysis, the multiplier rate, analysis Location Quotient (LQ) and the analysis of employment. The results of studies that (1) Sector Trade, Hotels & Restaurants, Manufacturing Industry sector, Finance, Leasing & Service Company, and the services sector is a very good sector to be developed in Sorong Regency because investments in these sectors continue to grow and give high contribution to the absorption of labor in Sorong Regency. The Industry sector is also a leading sector and the potential to be developed in Sorong Regency. The role of local labor in Sorong regency still very limited. The average local labor just as much as 15.89 percent while for the number of labor migrants to reach more than 82 percent. Sorong Regency local government policy in preparing local workforce through education and training has been sought by local governments as contained in the Medium Term Development Plan (RPJMD) Sorong Regency Year 2007-2012. The program is an increase in the provision and placement of manpower, skills training in various vocational fields, improving training conducted by training institutions to develop private training institutions, as well as increase the relationship with labor laws.
Kata Kunci : Pengganda (multipler),Location quotient,Penyerapan tenaga kerja,Sorong, multiplier, Location Quotient, employment absorbtion, Sorong