Laporkan Masalah

Tinjauan analitis dan eksperimental square truss bambu dengan beban statik terpusat

PUTRA, Jon, Prof. Ir. Morisco, Ph.D

2010 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Bambu sudah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan konstruksi. Namun seiring dengan perkembangan zaman, secara perlahan-lahan bambu mulai ditinggalkan sebagai bahan konstruksi karena dianggap kurang menguntungkan, selain itu penggunaan bambu memiliki pandangan khusus di masyarakat, sebagai simbol kemiskinan. Namun demikian, bambu merupakan material yang sangat potensial karena ketersediaannya yang relatif mudah didapat, dan bisa tumbuh dimana saja. Selain itu sifat mekanik dan sifat fisik bambu cukup baik, serta teknologi pengawetan bambu dapat meminimalisir kekurangan bambu yang kurang tahan terhadap cuaca dan mikro organisme. Selama ini penggunanaan material bambu sebagai bahan konstruksi telah banyak diaplikasikan, baik dengan analisis-analisis struktur yang ada maupun berdasarkan pengalaman-pengalaman empirik yang sudah diwariskan secara turuntemurun. Pada penelitian ini, bambu wulung dan bambu cendani dirangkai sedemikian rupa menjadi struktur square truss , dengan variasi didasarkan pada tinggi spesimen. Spesimen merupakan square truss 3D dengan lebar tiap spesimen adalah 25 cm. Variasi tinggi masing-masing spesimen adalah 30 cm, 40 cm dan 50 cm. Panjang bentang semua spesimen sama yaitu 400 cm. Variasi yang lain adalah dengan penambahan mortar pada salah satu spesimen. Spesimen difungsikan sebagai balok yang memikul beban terpusat di tengah bentang. Dari hasil eksperimen untuk spesimen tanpa mortar dengan variasi spesimen 25 cm x 30 cm, 25 cm x 40 cm dan 25 cm x 50 cm, diperoleh beban runtuh maksimum 3,60 kN, 3,84 kN dan 3,82 kN dengan lendutan 58,51 mm, 80,41 mm, dan 80,94 mm. Sedangkan spesimen dengan mortar diperoleh beban runtuh maksimum 7,42 kN dengan lendutan 90,94 mm. Penambahan mortar pada spesimen meningkatkan kekakuan pada struktur. Baik hasil eksperimental maupun hasil analisis numerik menunjukkan trend yang sama, dimana hubungan beban dan lendutan linear sampai pada batas lendutan tertentu yaitu berkisar L/200. Oleh karena itu, bila dikaitkan dengan lendutan yang terjadi sekitar L/200, beban runtuh maksimum berkisar 1,50 kN dengan lendutan maksimum 20 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa struktur square truss bambu dapat dimanfaatkan untuk bangunan bambu dengan beban relatif ringan, seperti rumah tidak bertingkat, tenda-tenda darurat, dan konstruksi sementara yang lain.

Bamboo has been used by Indonesian as a construction material from generations to generations. But, along with the times, was left slowly because less of profit. Beside that the use of bamboo as a construction material has particular views on society, as a symbol of poverty. However, bamboo is a potential material due to its availability which is relatively easy to be obtained, and also it grows anywhere, besides the mechanical and physical properties which is good enough. Although it is not free from some shortcomings, such as resistance to whether and organism, but basically these deficiencies can be minimized through technology preservation that makes bamboo can compete with other construction materials. The usage of bamboo as a material construction has been applied widely, both through existing structure analysis and based on empirical experiences that has been passed down from generations to generations. On this research, Cendani and Wulung bamboo arranged in such a way as square truss structure, with variations based on the height of specimens. The specimens is 3D square truss with a width of each specimen is 25 cm. The height variations of each specimen are 30 cm, 40 cm and 50 cm with 400 cm span length respectively. Another variation is the addition of mortar on one specimen. Specimen used as a beam with point load at mid –span. Through the experiment for specimen without mortar with variation of 25 cm x 30 cm, 25 cm x 40 cm, and 25 cm x 50 cm; obtained that maximum collapse loads is 3.60 kN, 3.84 kN, and 3.82 kN respectively with the deflections is 58.51 mm, 80.41 mm, and 80.94 mm. The specimen with mortar obtained 7.42 kN with 90.94 mm of deflection. These results show that mortar addition on specimen increase the structure stiffness. Both experimental results and numerical analysis results show the same trend, where the linear relation of load and deflection reach to certain limits of L/200 of deflection. Therefore, when associated with a deflection that occurs approximately L/200, the maximum collapse load ranges is 1.50 kN with maximum deflection is 20 mm. Through this research can be concluded that, the structure of square bamboo truss can be used for construction which is relatively light loaded, such as simple housing, emergency tents, and other temporary construction

Kata Kunci : Sifat mekanik,Sifat fisik,Square truss bambu,Hasil eksperimen,Hasil analisis numerik, mechanical properties, physical properties, square bamboo truss, experimental results, the results of numerical analysis.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.