Laporkan Masalah

Tipologi ruang terbuka hijau :: Studi kasus kawasan Selokan Mataram (perempatan MM UGM-Jl. Gejayan)

OEMATAN, Fredrich Anthonni, Ir. Slamet Sudibyo, MT

2010 | Tesis | S2 Magister Desain Kawasan Binaan

Pembangunan kota saat ini semakin berkembang akibat perubahan dalam berbagai aspek kehidupan baik perubahan sistem ekonomi, sosial, budaya masyarakat dan aspek lainnya sehingga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan yang cukup kompleks. Lokasi penelitian berada di Jl. Selokan Mataram, dari MM UGM sampai Jl. Gejayan, yang terletak pada kawasan, pendidikan, komersial dan hunian yang padat. Keberadaan kampus UGM dan UNY pada Kawasan Selokan Mataram, Yogyakarta, sebagai bangunan generator, menimbulkan kesemerawutan. Munculnya masalah dari sanitasi, polusi, kemacetan, kebisingan sampai kepada berkurangnya ruang terbuka hijau. Ruang terbuka kota pada dasarnya merupakan ruang yang tidak terbangun dan memiliki fungsi utamanya untuk menunjang tuntutan akan kebutuhan kenyamanan, kesejahteraan, keamanan, peningkatan kualitas lingkungan dan pelestarian alam. RTH kota adalah bagian dari ruang terbuka kota dan lebih menunjukkan adanya pengisian sumber daya alam, yang pada umumnya memang lebih banyak diisi oleh hijaunya tumbuhan. Keberadaan RTH diupayakan dapat menciptakan kawasan hijau yang bersifat alami dengan memperhatikan manfaat ekologi, estetika, pelayanan umum, konservasi dan produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun sistem ruang terbuka hijau kawasan perkotaan yang dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas lingkungan dan masyarakat kota dan menampilkan karakter khas suatu kota secara terstruktur dan sesuai dengan kondisi kota. Metode deduktif digunakan untuk menghubungkan teori dan pengamatan di lapangan, dan memaparkan bentuk ruang terbuka hijau dari bentuk yang umum sampai pada bentuk yang khusus sehingga keberadaan ruang-ruang yang tidak terbangun pada lokasi penelitian dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai ruang terbuka hijau kota. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa bentuk RTH sangat berfariasi, untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya berupa taman kota dan hutan kota, tetapi dapat berupa ruang jalan, lapangan OR, taman pemakaman umum, saluran irigasi, area parkir, pedestrian ways, taman pekarangan perumahan, area pendidikan, area komersial, arboretum, waduk/ kolam ikan, taman bermain anak dan area PKL. Ruang-ruang ini dapat dioptimalkan sebagai RTH kota. RTH dititikberatkan pada unsur hijau. Adapun pengertian ‘ hijau’ adalah masih bersifat relatif, dikarenakan dalam kenyataannya tidak selalu bersifat hijaunya tumbuhan, melainkan termasuk juga elemen-elemen lanskap seperti permukaan air atau bahkan suatu hamparan lanskap yang kosong sekalipun. Pengertian hijau lebih menunjukkan adanya pengisian sumber daya alam, yang pada umumnya memang lebih banyak diisi oleh hijaunya tumbuhan.

Urban development is currently growing due to changes in various aspects of life both changes in the economic system, social, cultural and other aspects that may cause environmental problems are complex. The research location is situated at. Selokan Mataram, up from MM UGM Jl. Gejayan, which lies in the region, educational, commercial and residential solid. The existence of UGM and UNY at Selokan Mataram area, Yogyakarta, as the building generator, causing unpleasant. The emergence of problems of sanitation, pollution, congestion, noise reduction up to the green open spaces. Open space the city is basically a room that did not wake up and have a primary function to support the demands of the need for comfort, welfare, security, environmental quality improvement and environmental preservation. City green space is part of the city and more open space indicated charging of natural resources, which in general is more filled by green plants. The presence of green space strived to create a natural green area taking into account the benefits of ecology, aesthetics, public services, conservation and production. The purpose of this study was to develop green open space system of urban areas can contribute to the improvement of environmental quality and urban communities and display characteristic of a city in a structured and in accordance with the conditions of the city. Deductive method is used to connect theory and field observations, and describe the form of green open spaces of the form of a general until a special form so that the existence of spaces that are not awake at the study sites can be utilized optimally as urban green open space. From the research found that the shape is very berfariasi green space, to improve environmental quality and quality of life of the community, not just a city park and urban forest, but may include road space, field, public cemetery parks, irrigation, parking areas, pedestrian Airways, courtyard garden housing, educational areas, commercial areas, arboretum, reservoir / fish pond, children's playground area and street vendors. These spaces can be optimized as city green space. Focused on green elements. The terms 'green' is still a relative, because in reality are not always green plants, but also includes landscape elements such as surface water or even an empty expanse of the landscape though. Understanding more green indicates charging of natural resources, which in general are more filled in by green plants.

Kata Kunci : ruang terbuka, tumbuhan, open space, plants


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.