Pengaruh hipoglikemik ekstrak protein kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) pada tikus diabetik induksi alloxan
WAHYUNI, Rizah Rizwana, Prof. Dr. Ir. Y. Marsono, MS
2010 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganTelah dipelajari empat teknik ekstraksi protein kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), variasi ekstraksi terdapat pada proses pelarutan dan pengendapan. Pengujian sifat hipoglikemik ekstrak protein kecipir pada tikus diabetik induksi alloksan dilakukan dengan menggunakan teknik ekstraksi terpilih. Digunakan 14 tikus jantan Sprague Dawley dan dibagi ke dalam dua kelompok (masing-masing 7 ekor tikus), induksi diabetes menggunakan alloksan dengan dosis 80 mg/ kg berat badan. Terdapat dua pakan yang digunakan yaitu pakan basal yang mengacu pada AIN’93 dan diet ekstrak protein kecipir yang dilakukan selama 28 hari. Pembuatan pakan protein kecipir dilakukan dengan cara menggantikan sumber kasein yang terdapat pada pakan standar dengan ekstrak protein kecipir. Pengamatan kadar gula darah tikus dilakukan setiap pekan selama penelitian. Pada penelitian ini ditentukan teknik ekstraksi dengan cara 3 kali proses pelarutan dan 1 kali pengendapan. Proses tersebut memiliki kadar protein dan protein recovery tertinggi, dengan komposisi kimia sebagai berikut: kadar air 3,98 (%wb), protein 58,16 (% db), lemak 29,56 (% db), abu 5,13 (% db), pati 3,16 (% db), dan karbohidrat bdf 3,99 (% db). Hasil uji ekstrak protein kecipir terhadap tikus diabet induksi alloksan menunjukkan bahwa diet kecipir mampu menurunkan gula darah sebesar 49% yaitu dari 211,93 mg/dL setelah injeksi alloksan menjadi 107,88 mg/dL pada akhir pengujian. Hasil uji menunjukkan perbedaan yang sangat nyata jika dibandindingkan terhadap diet standar yang hanya menunjukkan penurunan gula darah sebesar 3,7% yaitu dari 213,08 mg/dL setelah injeksi alloksan menjadi 205,14 mg/dL pada akhir pengujian.
Extraction of winged bean (Psophocarpus tetragonolobus) protein were studied with four method of extraction varied in protein solution and coagulation. Hypoglycemic properties of winged bean protein extract produced with selected extraction method were evaluated in the alloxan induced diabetic rats. Fourteen male Sprague Dawley rats, were diabetic induced with alloxan injection for 80 mg/kg body weight and divided into two groups of 7 rats. They were fed with AIN93 standard and winged bean diet for 28 days. The winged bean diet has the same composition with standard diet except that the protein was replaced with winged bean protein extract. The serum glucose concentrations were monitored weekly during the investigation. It was found that the triple alkali solution followed by single acid coagulation has the highest protein content and recovery. The chemical composition of this extract are : water 3.98 (%wb), protein 58.16 (% db), fat 29.56 (% db), ash 5.13 (% db), starch 3.16 (% db), and carbohydrates by difference 3.99 (% db). After 28 days intervention, winged bean extract decreased the serum glucose concentration from 211,93 mg/dL to 107,88 mg/dL (49%), compared to standard diet of 3.7%, from 213,08 mg/dL to 205,14 mg/dL
Kata Kunci : Kecipir, ekstrak protein, hipoglikemik, diabetes, Wingbean, protein extract, hypoglycemic, diabetic