Laporkan Masalah

Eksistensi sektor informal pada kawasan pusat perdagangan dan jasa :: Studi kasus Kecamatan Pasar Jambi Kota Jambi

HARAHAP, Heepy Hariyadi, Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Telah banyak penelitian tentang sektor informal. Akan tetapi suatu komunitas ataupun wilayah tertentu biasanya mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri. Hal ini patut dicermati agar kita tidak terjebak untuk menggeneralisir semua persoalan. Penelitian ini mengambil kasus para pelaku sektor informal yang terdapat pada kawasan pusat perdagangan dan jasa Kecamatan Pasar Jambi Kota Jambi. Pinggir jalan jalur arterim primer dan sekunder pada kawasan pusat perdagangan dan jasa di Kecamatan Pasar Jambi ini menjadi lokasi para pedagang pelaku sektor informal beraktivitas meskipun tempat ini adalah bukan tempat khusus yang diperuntukkan sebagai lokasi beraktivitas sektor informal, akan tetapi para pelaku sektor informal selalu memanfaatkan ruang-ruang kosong untuk menjajakan dagangan atau jasanya. Mencermati posisi yang kurang menguntungkan ini memberikan kenyataan adanya ketidakpastian akan masa depan para pelaku sektor informal, dalam arti rasa kurang aman dan nyaman dalam kontinyuitas usaha pada lokasi yang lebih tetap serta tidak terusik oleh alasan mengganggu ketertiban, kebersihan, dan keindahan, ataupun lalu-lintas. Pelaku sektor informal umumnya mempunyai tingkat pendidikan yang minim hal ini bukan saja ditunjukkan oleh jenis usaha informal mereka, akan tetapi juga tingkat keawaman politiknya. Umumnya menganggap bahwa politik adalah bukan urusan orang kecil seperti pedagang kaki lima, dan tidak mengerti bahwa usaha sektor informal sering kali sebagai akibat dari kebijakan politik baik tingkat pusat maupun daerah. Dengan memahami eksistensi para sektor informal ini pada kawasan pusat perdagangan dan jasa di Kecamatan Pasar Jambi ini, selain untuk menambah pengetahuan juga dapat dipakai sebagai pertimbangan Pemerintah Kota Jambi dalam membuat keputusan untuk menangani masalah pengalokasian ruang aktivitas para pelaku sektor informal agar lebih bersifat arif dan bijaksana. Mengingat usaha sektor informal ini ini pada umumnya merupakan pekerjaan maupun penghasilan utama bagi para kaum migran di Kota Jambi, sehingga keputusan yang diambil tidak merugikan para pelaku sektor informal yang dapat menjadi picu keresahan sosial maupun gejolak massa. Sehingga eksistensi sektor informal saat dapat menjamin keberlangsungan dan daya tahan para pelaku sektor informal untuk kurun waktu yang panjang, karena sektor informal merupakan penyeimbang perekonomian kota dari besarnya penyerapan tenaga kerja dari sektor informal ini.

There has been considerable research on the informal sector. But a community or a particular region usually has its own unique and distinct. It is worthy of scrutiny that we are not stuck to generalize all issues. This research takes the case of informal sector actors who are in Central Business District Sub City Pasar Jambi Jambi City. Arterim roadside primary and secondary lines in Central Business District Sub City Pasar Jambi was the site of the traders in the informal sector actors on the move even though this place is not a special place designated as the location of informal sector activity, but the actors in the informal sector is always utilizing the space -empty space to peddle merchandise or services. Observing this disadvantageous position to give reality to the uncertainty about the future of the actors in the informal sector, in the sense of feeling less safe and comfortable in the continuity of business on a more permanent location and not disturbed by the reason for disturbing the peace, cleanliness, and beauty, or the traffic. Actors in the informal sector generally have a minimal level of education, this is not just shown by their informal business types, but also the level of political commonness. Generally assume that politics is not the business of little people like street vendors, and do not understand that the informal sector often as a result of political policy both national and regional levels. By understanding the existence of the informal sector on Central Buisness Distric in the District of Pasar Jambi, in addition, to gain knowledge can be used as consideration Jambi City Government in making the decision to handle the allocation spatial problem informal sector activities of the perpetrator to be more wise and prudent . Given this informal sector is generally a job or primary income for the migrants in the city of Jambi, so the decision was not detrimental to the actors in the informal sector can be a trigger social unrest and upheaval of the masses. So the existence of informal sector can now ensure the sustainability and durability of the perpetrators of the informal sector for a long period of time, because the informal sector of the city's economy is balancing the amount of labor from the informal sector.

Kata Kunci : Kawasn pusat perdagangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.