Partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana pembangunan permukiman di Kabupaten Bantul
SILALAHI, Shinta Rumata, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., PhD
2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian gempa bumi yang merusak kondisi sosial dan permukiman masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun 2006, untuk memperoleh bantuan dana dari Java Reconstruction Fund (JRF), masyarakat harus terlebih dahulu menyusun dokumen Rencana Pembangunan Permukiman (RPP)/ Community Settlement Plan (CSP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penyusunan RPP/ CSP, menjelaskan partisipasi masyarakat, dan mengetahui karakteristik masyarakat yang berpartisipasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menghasilkan data deskripsi berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Triangulasi dilakukan dengan memeriksa data dengan membandingkan data yang diperoleh dengan sumber lain. Wawancara, sebagai sumber data primer, diperiksa dengan data sekunder atau peranan dan latar belakang responden. Partisipasi masyarakat di 3 desa lokasi penelitian cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya usulan masyarakat dan tim relawan yang terlibat. Hal yang memotivasinya adalah masyarakat membutuhkan bantuan untuk memperbaiki kondisi lingkungannya. Selain itu prinsip dari program RPP yakni mengikutsertakan kaum perempuan, serta sesuai dengan slogan dan budaya desa. Karakteristik sosial masyarakat desa yaitu semangat bergotong-royong dan bermusyawarah untuk mufakat berpengaruh terhadap kelancaran terlaksananya proses kegiatan ini. Selanjutnya, dengan adanya kerjasama yang baik dengan pemerintah setempat, setiap dampak dari hambatan yang dialami masyarakat dalam proses perencanaan bisa diminimalisir. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan hambatan dalam berpartisipasi yakni waktu yang tersita, pengaruh cuaca, dan masyarakat yang harus mengorbankan materi dan tenaga sebagai bentuk partisipasinya. Tidak setiap orang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini disebabkan mereka mempunyai pekerjaan dan kesibukan lainnya. Disamping itu Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah juga menyebabkan partisipasi mereka tidak maksimal. Untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan strategi antara lain: pelaksanaan kegiatan secara paralel dan melakukan pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Unit informasi yang diperoleh dari wawancara dan observasi lapangan diolah menjadi tema-tema dan dihasilkan konsep. Konsep yang ditemukan adalah perencanaan efektif dari hubungan timbal balik antara karakter dari partisipasi masyarakat dan setting dari proses perencanaan. Perencanaan efektif adalah perencanaan yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, karena disusun sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.
This research concerns on the impact of and reconstruction program after the earthquake which occurred in Yogyakarta and Central Java in 2006. To be able to get funding from the Java Reconstruction Fund (JRF), communities have to prepare a document called Rencana Pembangunan Permukiman (RPP) or Community Settlement Plan (CSP). This research aims to describe the process of RPP/CSP and explains community participation in the process. In addition, this research also aims to know about community characteristics that influenced their participation. This research used qualitative-descriptive method aiming to observe special social phenomenon. In this case, interviews were used as sources of primary data, supported by secondary data including the role and background of respondents. This research found that community participation in three villages were quite high. Such participation was shown by so many proposals proposed to the projects. In addition, the concept of RPP program which is involving women was in accordance to village culture and slogan. The social characteristic of village community, which is marked by the spirit of cooperation for consensus, was having influence to the successful implementation of the planning process. Further, good cooperation with local government also helped to reduce many obstacles in the process. The research found that some obstacles found in the planning process which include: time constraints, climate, and the limited resources that community has. Low human resources of the community did give impact to the minimal participation. To overcome these obstacles, community developed strategies, i.e. activity conducted in parallel manner and give skill training for people. Further, the research also found the concept of effective planning, resulted from interrelationship between character of community participation and setting of planning process. Effective planning is the planning expected to be of benefit to community, because it is based on community needed.
Kata Kunci : Partisipasi masyarakat,Proses perencanaan,Perencanaan efektif,people participation, planning process, and effective planning