Perlindungan hukum bagi pemilik merek terdaftar atas adanya gugatan pembatalan merek :: Studi kasus merek Katom
PAMENANG, Ginanjar Damar, Prof M. Harwin SH., LL.M.,Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister HukumPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan jawaban mengenai perlindungan hukum bagi pemilik merek terdaftar atas adanya gugatan pembatalan merek. Penelitian ini juga untuk melihat penentuan itikad baik oleh hakim dalam putusan pengadilan atas sengketa merek KATOM. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yang dilengkapi dengan penelitian empiris dengan jenis penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian dilakukan di Jakarta dan Semarang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non random sampling yang berbentuk purposive sampling. Sementara itu alat pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan wawancara dengan kombinasi antara pedoman terstruktur dan pedoman tidak terstruktur. Selanjutnya, data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap merek terdaftar atas adanya gugatan pembatalan merek adalah dengan melakukan sanggahan terhadap gugatan Penggugat karena merek yang sudah didaftarkan oleh Tergugat telah memenuhi syarat-syarat formil maupun materiil. Syarat formil adalah bahwa suatu merek sudah didaftarkan sesuai prosedur yang tepat yaitu melalui Direktorat Merek pada Ditjen HKI, sudah tercatat dalam Daftar Umum Merek dan telah memperoleh sertifikat merek sesuai dengan kelas pendaftaran, sedangkan syarat materiil adalah merek yang sudah terdaftar tidak bertentangan dengan Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 6 UU Merek. Sementara itu acuan majelis hakim pengadilan niaga dalam menentukan adanya atau tidaknya itikad baik pendaftaran merek KATOM adalah dengan melihat adanya suatu niat harus dibuktikan dengan adanya perbuatan permulaan yang dalam kasus merek haruslah nyata dengan adanya pendaftaran dan/atau adanya penggunaan suatu merek dan hasil pendaftaran tersebut pada akhirnya akan menyesatkan konsumen sedangkan dalam tingkat kasasi penentuan ada atau tidaknya iktikat baik dalam pendaftaran merek KATOM, majelis hakim mengacu pada ada tidaknnya persamaan yang nyata antara merek KATOM (polos tanpa tambahan kata GARUDA di atasnya) dengan merek KATOM dengan tambahan kata GARUDA di atasnya merek KATOM dengan tambahan kata GARUDA di atasnya dapat mengakibatkan penyesatan terhadap konsumen ataukah tidak.
This study was aimed to obtained a view and answer on the law protection for the owner of registered trademark about the existence of accusation of trademark cancellation. This study was also aimed to see the determination of good will by the judge in court decision about the conflict of KATOM trademark. The type of the study used in this study was juridical normative equipped with empirical study with library and field research. The study was carried out in Jakarta and Semarang using sampling technique of non random sampling in the form of purposive sampling. Meanwhile, data collecting technique was using documentation study and interview in combination between structured guidance and unstructured guidance. Subsequently, the result data of this study was analyzed descriptive qualitatively. The result of the study and the discussion showed that for the year of 2008 to September, there were 16 trademarks cancelled and/or erased based on the court decision. The existence of trademark without license, the owner of the trademark had right to ask for compensation by accusing to Pengadilan Niaga (Trade Court). Beside civil accusation, the owner of the registered trademark can also report to civil law about the existence of criminal toward a trademark. Meanwhile, the reference of judge in trade court in determining the existence of good will of the registration of KATOM trademark is by seeing the existence of a will and it has to be proven by the existence of initial act, which in the case of trademark has to be real with the existence of registration and/or the existence of the usage of a trademark and the result of the registration finally will mislead customers. This is the result of explanation of the act of Article 4 of trademark regulation. In the level of cassation, the determination for the existence of good will in KATOM trademark registration, the cassation judge sees more whether there is real similarity between KATOM trademark (plain without the addition of GARUDA word above it) and with KATOM trademark with the addition of GARUDA word above it, whether it can mislead the customers or not.
Kata Kunci : Perlindungan hukum,Merek terdaftar,Pembatalan merek,Law protection, Registered trademark, Trademark cancellation