Laporkan Masalah

Penerapan bagi hasil berdasarkan prinsip mudharabah pada Bank Syariah Mandiri Cabang Padang

SADIKIN, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H

2010 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bagi hasil pada bank syariah mandiri cabang Padang sudah murni sesuai syariah dan apa saja kendala dalam penerapan bagi hasil secara murni syariah serta bagaimana solusi yang ditempuh pada bank syariah mandiri cabang Padang Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris atau penelitian hukum sosiologis yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data primer yang berkenaan dengan hal-hal yang ada dilapangan melalui wawancara dan untuk mendukung serta melengkapi data tersebut, juga dilaksanakan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan skim mudharabah yang disepakati diawal misalnya dalam pendanaan atau pembiayaan nisbah yang disepakati diawal 60 % untuk nasabah : 40% untuk bank. Penerapan bagi hasil yang sudah sesuai menurut syari’ah Islam adalah penghimpunan dana (Funding) berupa giro, tabungan dan deposito sedangkan yang belum murni sesuai syari’ah Islam adalah dalam hal penyaluran dana (Lending) yaitu dalam proses penyaluran dana oleh pihak bank kepada nasabah, seharusnya pihak bank dalam hal pembiayaan memberikan kepada nasabah barang yang sudah menjadi hak atau berada dalam penguasaan bank secara utuh, jadi bukan menyalurkan dana kepada nasabah dalam bentuk dana tunai dan hal ini sangat bertentangan dengan himbauan Dewan Syariah Nasional tentang hal tersebut, dan penerapan terhadap hukum syari’ah belum murni karena pihak bank masih membutuhkan atau meminta jaminan kepada nasabah guna proses penyaluran dana. (2) Kendala dalam penerapan prinsip bagi hasil tersebut masih ada nasabah pendanaan (deposito) yang tidak sepakat diawal berupa nisbah, sehingga nasabah tetap menginginkan kepastian rate yang mereka dapatkan diawal. (3) Solusi yang ditempuh terhadap kendala penerapan prinsip bagi hasil adalah menganalisa usaha nasabah lebih mendalam agar porsi nisbah yang disepakati tepat dengan melakukan analisa makro dan mikro.

This research proposed to indentify whether the sharing-outcome principal implication at syari’ah mandiri bank, Padang branch, has confirm on syari’ah, problems within complete syari’ah implication and the solution that taken by bank. This research is empirical judicative or sociology of law that is research to gain primary data concerning issues at field through interviews and to support and complete those data. Literature research also performed to gain secondary data. The research result demonstrated that: (1) based on skim previously agreed, for example in financing or ratio (nisbah) budgeting which 60% for client: 40% for bank. Sharing-outcome principal implication based on Islam Syari’ah that is funding collection in giro, saving and deposit. While its loan has not properly based on Islam syari’ah since bank remains required or request guarantee to clients during processing its monetary distribution. (2) Problems that faced during implication is client’s finance (deposit) that not previously agreed in form nisbah, hence clients remain required certainty concerning rate they gain in front. (3) The solution that had taken in facing implication problem is by analyzing the client deeply thus agrred-nisbah portion is appropriate by analyzing micro and macro.

Kata Kunci : Penerapan,Pembiayaan,Mudharabah, Applying, Defrayal, Mudharabah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.