Perjanjian kawin sebagai perlindungan hukum bagi suami dan istri
SARI, Arika, Sularto, S.H., C.N., M.H
2010 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam ketentuan-ketentuan yang berlaku tentang perjanjian kawin, dalam hal perlindungan hukum terhadap suami dan istri serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan sedikitnya jumlah perjanjian kawin di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan yuridis normatif, dengan menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum primer, sekunder, tersier. Penelitian ini juga menggunakan narasumber yang dipilih secara purposive sampling. Selanjutnya data penelitian dipaparkan dengan teknik deskriptif analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian kawin telah memberikan perlindungan hukum bagi pasangan suami istri yang membuatnya, dengan melihat pada ketentuan hukum yang digunakan dalam pembuatan perjanjian kawin tersebut, yaitu Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, KUHPerdata maupun Kompilasi Hukum Islam. Di Kota Yogyakarta masih sedikit pasangan yang membuat perjanjian kawin, hal ini disebabkan, pandangan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa perjanjian kawin tidak pantas dibuat, juga dikarenakan pihak Pegawai Pencatat Perkawinan di KUA Kota Yogyakarta tidak mau direpotkan dengan adanya pembuatan perjanjian kawin oleh pasangan suami dan istri, sehingga Pegawai Pencatat Perkawinan memilih untuk menolak mengesahkan perjanjian kawin dan lebih menyarankan agar pasangan calon suami istri tidak perlu membuat perjanjian kawin dengan alasan sudah ada Sighot taklik talak yang dapat dilaksanakan sebagai perjanjian dalam perkawinan.
This Research aims to investigate marriage contarct as legal protection for husband and wife, and to identifying more comprehensive the factor that caused a few prenuptial agreement at Yogyakarta City. It was conducted by using a normative juridical approach with secondary data. The data were obtained by applying a literature study for primary, secondary and tertiary legal materials. The study used the primary data collected through interviews with informants selected by using a purposive sampling technique. The data of the study were then analyzed using a descriptive analytical technique, i.e. interpreted in a logical and systematic manner based on the studied problem. The research result conclude that marriage contact has given the husband and wife legal protection and such knowledge is obtained by seeing the provision that used to make the marriage contarct,i.e: Marriage Statute Number 1 year 1974, Civil Code or Compilation of Islamic Law. At Yogyakarta only few such kind of prenuptial agreement. This is because common belief that live on some part of community that is unappropriate to make such kind of prenuptial agreement and Officer of Marriage Register at Religius Affairs Office (KUA) Yogyakarta City refuse to authorized that kind of prenuptial agreement. Officer of Marriage Register at Religius Affairs Office also suggested to the community not to make such prenuptial agreement as there is a Sighot Taklik Talak that can be implemented as the agreement in marriage.
Kata Kunci : Perlindungan hukum,Perjanjian kawin,Prenuptial agreement, legal protection