Hubungan peran pendidikan dan sikap remaja dalam pencegahan kehamilan tidak diinginkan di Poltekkes Depkes Kaltim Jurursan Kebidanan Balikpapan
HAZANAH, Sri, dr. Ova Emilia, M.Med.Ed, SpOG, PhD
2010 | Tesis | S2 IKM-Perilaku dan Promosi KesehatanLatar belakang : Terjadinya kehamilan pada remaja yang masih duduk dibangku sekolah dan masih memiliki ikatan kerja maka tidak di perbolehkan hamil sebelum jangka waktu tertentu, ini merupakan tanggug jawab bersama. Peran pendidik berupaya mengatasi masalah KTD yang mungkin terjdi di lingkungannya, tidak bisa terlaksana dengan baik apabila tidak dibarengi dengan remaja itu sendiri untuk menyikapinya. Preventif atau upaya pencegahan yang sudah diberikan yaitu pengetahuan pendidikan seks sampai sejauh mana individu mengerti hal-hal yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari risiko terjadinya KTD. Tujuan : Mengetahui apakah ada hubungan peran pendidik dan sikap remaja dalam upaya pencegahan KTD dengan pendidikan seks. Metode : Diskripsi Analitik bersifat korelasi dengan rancangan cross sectional. Responden penelitian berjumlah 98 mahasiswi dengan teknik random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dengan skala Guttman. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji statistik chi square dan analisis multivariat uji regresi logistik dengan tingkat signifikansi р < 0,05. Hasil : Menunjukkan peran pendidik yang baik 57(58,16%) dan sikap remaja yang baik 78(79,59%) serta terdapat hubungan yang bermakna antara peran pendidik dalam upaya pencegahan KTD dengan nilai RP = 1,54; 95% CI = 1,12-2,09 dan р = 0,002, terdapat hubungan yang bermakna sikap remaja dalam upaya pencegahan KTD dengan nilai RP = 1,70; 95% CI = 1,04-2,81 dan р = 0,005, terdapat hubungan yang bermakna pengetahuan pendidikan seks dalam upaya pencegahan KTD dengan nilai RP = 2,19; 95% CI = 1,39- 3,46 dan р = 0,000 dimana р < 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara peran pendidik dan sikap remaja dalam upaya pencegahan KTD melalui pendidikan seks yang telah diberikan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dalam melindungi diri dari risiko perilaku seks tidak sehat, seperti KTD.
Background: Adolescent pregnancies especially those experienced by school age teenagers and female workers who are tied by work contract is every body’s responsibility. In this case, the role of educator is crucial in overcoming unwanted pregnancy problems that might emerge in their surroundings. This cannot well be done unless adolescents participate on responding this matter positively. Preventive ways are therefore worth implementing in form of, for example, disseminating information concerning sex education aiming to give better knowledge to adolescents about matters done to protect adolescents themselves from unwanted pregnancy. Objective: To study whether there is a relationship between the role of educators and the adolescents’ attitude and the effort of unwanted pregnancy prevention by way of sex education. Method: This was a cross-sectional study design. Respondents were as many as 98 female students taken using randomized sampling. The data collection technique used questionnaire and Guttman scale. Data analysis consisted of univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis with chi-square test, and multivariate analysis with logistic regression with p < 0.05. Result: The result showed that 57 (58.16%) presented educators’ good role and 78(79.59%) presented adolescents’ good attitude. There was a significant relationship between the role of educators and the effort of unwanted pregnancy prevention (RP=1.54; 95%CI=1.12-2.09 and р=0.002); there was a significant relationship between the adolescents’ attitude and the effort of unwanted pregnancy prevention (RP=1.70; 95%CI=1.04-2.81 and р=0.005); and there was a significant relationship between sex education and the effort of unwanted pregnancy prevention (RP=2.19; 95%CI=1.39-3.46 and р<0.05). Conclusion: There was a significant relationship between the role of educators and the adolescents’ attitude and the effort of unwanted pregnancy prevention through sex education in order to increase adolescents’ knowledge in protecting themselves from the risk of unhealthy sex behavior, such as unwanted pregnancy.
Kata Kunci : KTD,Pendidik,Remaja,Pendidika seks,unwanted pregnancy, educator, adolescent, sex education