Pola pencarian pengobatan penderita TB paru di wilayah Puskesmas Botombawo Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias
HAREFA, Yusdiaman, dr. Kristiani, SU
2010 | Tesis | S2 IKM-Perilaku dan Promosi KesehatanLatar belakang : Penyakit TB paru merupakan penyebab kematian nomor 1 untuk penyakit menular. Di Kabupaten Nias kasus TB paru sangat fluktuatif selama 4 tahun terakhir, disebabkan karena perilaku pencarian pengobatan penderita yang sangat variatif. Di wilayah Puskesmas Botombawo pada 3 tahun terakhir cakupan jumlah penderita TB paru yaitu pada tahun 2006 sebanyak 35 kasus (77,7%), tahun 2007 sebanyak 43 kasus (89,5%), dan turun pada tahun 2008 sebanyak 28 kasus (65,1%) lebih rendah dari target secara nasional yaitu 70% dengan angka prevalensinya 191,1% secara nasional (107/100000 penduduk) dan regional Sumatera (160/100000 penduduk) penderita TB paru di wilayah Puskesmas Botombawo masih sangat tinggi. Tujuan : Untuk mengetahui pola pencarian pengobatan penyakit TB paru, dan mengkaji pengetahuan, sikap, perilaku,persepsi,dan stigma masyarakat tentang penyakit TB paru di wilayah kerja Puskesmas Botombawo Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias. Metode : Metode kualitatif dengan rancangan case study. Populasi penelitian adalah kelompok masyarakat yang berisiko yang terdiri dari suspek penderita TB, kader kesehatan, orang-orang yang dekat dengan penderita TB, penderita TBC yang telah dinyatakan sembuh, contact person, orang di sekitar penderita, penderita yang relapse, penderita yang drop out, penderita TB dalam pengobatan, kader kesehatan yang aktif, pengelola TB dan petugas BP puskesmas, dukun. Pemilihan subjek secara maximum variations, dengan menggunakan content analysis. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan perilaku pencarian pengobatan dilakukan dengan pengobatan sendiri dengan membeli obat di warung-warung, membeli obat di pasar/pekan. Pengobatan tradisional dengan meminum obat dari dedaunan yang diketahui berdasarkan pengalaman orangtua mereka. Pengobatan ke dukun karena pengetahuan yang rendah dan status sosial ekonomi yang rendah serta stigma dan persepsi masyarakat terhadap penyakit TB paru. Perilaku masyarakat yang membuang dahak sembarangan. Sikap penderita yang menganggap penyakit TB paru bukan sebagai ancaman yang harus segera ditanggulangi. Persepsi masyarakat yang menganggap penyakit TB paru disebabkan oleh racun, bekerja terlalu berat, dan penyakit keturunan. Stigma yang ada di masyarakat terhadap penyakit TB paru yang menganggap penyakit TB paru adalah penyakit yang memalukan, penyakit yang harus dihindari dan merupakan aib dalam rumah tangga penderita. Kesimpulan : Perilaku pencarian pengobatan di wilayah Puskesmas Botombawo sesuai dengan hasil penelitian maka perilaku pencarian pengobatan dipengaruhi oleh faktor psikologi, sosiologi dan antropologi, sehingga kasus Tbc di Puskesmas Botombawo sangat tinggi
Background: Lung TB disease is the first cause of mortality in infectious diseases. At District of Nias Lung TB cases are relatively very high. This is due to medication seeking behavior that largely varies from one patient to another. At Botombawo Health Center in the past three years the number of lung TB patients has been increasing, whereby there were 43 cases in 2007 and 28 cases in 2008 (65.1%) which is lower than the national target of 70% at the prevalence of 191.1%, higher than the national level of 107/100,000 people and regional level of 160/100,000 people. Objective: To identify medication seeking pattern of lung TB and study knowledge, attitude, behavior, perception and stigma of the community about lung TB disease. Method: The study used qualitative method and case study design. Population of the study were community group at risk for lung TB comprising TB suspect, health staff, people living close to lung TB patients, lung TB patients that had recovered, contact person, people close with the patients, dropped out patients, TB patients in medication, active health cadres, TB manager, health staff at health center and traditional healers. Subject were taken with maximum variations using qualitative content analysis and open coding. Result: Medication seeking was undertaken independently by purchasing drugs at the stalls or markets. Traditional medication was done by drinking herbal medicine based on parents' experience. Visit to traditional healers was made due to limited knowledge, low economic status, and stigma and perception of the community about lung TB. Community had the behavior of spitting at any place. Patients considered lung TB disease not as a threat that had to be cured soon. Community perceived that lung TB was caused by toxin, hard work and hereditary diseases. Stigma in the community indicated that lung TB was shameful disease disease that had to be avoided because it brought disgrace in the family. Conclusion: Lung TB medication seeking behavior at the area of Botombawo Health Center was affected by psychological, sociological and anthropological factors.
Kata Kunci : Penyakit TB,Perilaku pencarian pengobatan, lung TB, medication seeking behavior