Laporkan Masalah

Kelimpahan fauna tanah dalam proses dekomposisi seresah pada beberapa bentuk penggunaan lahan :: Studi kasus di Dusun Banaran Desa Gading Kecamatan Playen Gunung Kidul

DANANG, Aristia, Dr. Ir. Musyafa, M.Sc

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Fauna tanah merupakan komponen ekosistem tanah yang memiliki peranan penting dalam proses dekomposisi seresah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lahan terhadap kelimpahan fauna tanah dan laju dekomposisi beberapa seresah. Penelitian dilaksanakan pada tegakan jati petak 17 Wanagama, hutan rakyat dan tanah tegalan di Desa Gading, Playen, Gunung Kidul. Tingkat dekomposisi dipelajari dengan menggunakan litter bag yang diisi seresah gamal, seresah ketela pohon dan campuran keduannya.Fauna tanah diekstraksi dengan corong Barlese, diidentifikasi dan dihitung jumlahnya. Hasil penelitian menunjukkan pada tegakan jati ditemukan 15 ordo, 38 famili dan 16.059 individu fauna tanah, pada hutan rakyat 14 ordo, 41 famili dan 7.648 individu fauna tanah, sedangkan pada tegalan ditemukan 15 ordo, 35 famili dan 4.152 individu fauna tanah. Indeks diversitas fauna tanah pada tegakan jati lebih tinggi dibandingkan hutan rakyat dan tegalan. Coleoptera merupakan taksa yang paling dominan pada semua bentuk penggunanaan lahan. Laju dekomposisi seresah ketela pohon paling cepat dibandingkan dengan seresah gamal maupun campuran seresah gamal dan ketela. Laju dekomposisi pada tegakan jati lebih cepat dibandingkan hutan rakyat maupun tegalan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kelimpahan fauna tanah yang besar di tegakan jati dibanding lokasi yang lain.

Soil fauna is a component of soil ecosystems that have important roles in the process of litter decomposition. This research was conducted to determine the effect of land use on soil fauna abundance and decomposition rate of some litter type. Research was conducted on teak stand (compartment 17) Wanagama, community forest and moor land in Banaran, Playen, Gunung Kidul. Levels of decomposition were studied using litter bags filled with litter gliricidea, cassava litter and mixture of these litters. Soil fauna was extracted with Barlese funnel, soil fauna was counted and identified. The results showed that 15 orders, 38 families and 16.059 individuals of soil fauna.was found in teak stand, 14 orders, 41 families and 7.648 individuals in community forest, and 15 orders, 35 families and 4.152 individual of soil fauna in moor. Diversity index of soil fauna on teak stand was higher than the community forest and moor. Coleoptera is the most dominant taxa in all forms of land use. Cassava litter decomposition rates was the highest compared with the litter of Gliric idea or the mixture of Gliricidea and cassava. The rate of decomposition in teak stand was faster than in community forest or moor. This may be due to the abundance of large soil fauna in the stands of teak than in other site.

Kata Kunci : Kelimpahan fauna tanah, dekomposisi seresah, bentuk penggunaan lahan, Abundance of soil fauna, litter decomposition, form of land use


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.