Laporkan Masalah

Kekuatan-kekuatan perubahan kawasan transmigrasi menjadi kota kecil :: Studi kasus di Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Propinsi Jambi

RAUYANI, Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kawasan transmigrasi merupakan kawasan pengembangan, salah satu diantaranya direncanakan untuk mewujudkan pusat pertumbuhan wilayah baru. Seyogyanya, kawasan transmigrasi mempunyai tujuan awal sebagai basis pertanian dan perkebunan. Namun, sejalan dengan waktu, terjadi perubahan fungsi penggunaan lahan, pertumbuhan ekonomi dan perdagangan yang sangat maju dan pesat sehingga menjadi kota kecil. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui peranan pemerintah dalam pembentukan kawasan transmigrasi sampai menjadi kota kecil; 2) untuk mengetahui peran beberapa orang tokoh dalam merubah kawasan transmigrasi menjadi kota kecil; dan 3) untuk melihat ketersediaan kelengkapan fasilitas dan pelayanan dalam mendukung pembangunan kota kecil. Pendekatan metode penelitian ini adalah induktif, kualitatif. Penelitian dilakukan dengan pengamatan secara langsung ke lapangan dan wawancara terhadap beberapa nara sumber yang berkompeten terhadap fenomena yang terjadi secara empiris serta pengumpulan data-data terkait yang mendukung penelitian. Penelitian ini menarik tiga kekuatan yang memungkinkan kawasan transmigrasi menjadi kota kecil yaitu: 1) konsep semangat perubahan; 2) konsep peranan pasar sebagai modal awal perubahan; dan 3) konsep peranan tokoh masyarakat Penelitian ini tidak membahas kekuatan- kekuatan lain yang berasal dari keadaan alam, topografi dan lain sebagainya. Walaupun kekuatan-kekuatan tersebut tetap ada. Secara siginifikan kekuatan perubahan kawasan transmigrasi menjadi kota kecil tidak terlepas dari adanya peran tokoh masyarakat dan pelaku pasar (pihak swasta) yang bergotong royong dalam menumbuhkan perekonomian dan perdagangan barang dan jasa baru serta peran pemerintah dalam mendukung terwujudnya kota kecil berupa pembangunan fasilitas sarana dan prasarana.

A transmigration area is an area which could be for the developed. Basically, transmigration area is developed to be the basis for agriculture and plantation activities. Overtime, its function could be change into small town because of economic growth. The objectives of this research are: 1) to find out the government’s role in establishing the transmigration area to become a small town; 2) To find out the role of local leadership in such changing; and 3) To find out the role of facilities and services in supporting the development of the small town. The method used in this research is inductive qualitative. This research is conducted by direct field observations and empirical interviews of the informants which are competent to the phenomena occurred and the data collecting related to the research. The research found that there are three (3) important factors affecting the changing: 1) The concept of changing; 2) The concept of market role as the initial capital of the changing; and 3) The concept of community leader’s role. This research does not discuss other factors such as geographical factor however seems that it stills effect the changing. Both the community leaders and the market forces are the significant factor in developing the area. The government has also an important role in supporting the small town by providing public facilities and services.

Kata Kunci : kekuatan perubahan, transmigrasi, kota kecil, changing factors, transmigration, small town


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.