Penggunaan limbah buah jambu mete, buah nanas dan buah belimbing pada pembuatan etanol secara fermentasi
ANGI, Dr. Ir. Viktor Malau, DEA
2010 | Tesis | S2 Magister Sistem TeknikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol dan kadar etanol yang dihasilkan melalui proses fermentasi sari buah limbah buah jambu mete, nanas dan belimbing dan campurannya dengan menggunakan yeast Saccharomyces cereviceae. Penelitian dilakukan pada tujuh macam sampel sari buah dengan berbagai komposisi yaitu 100% sari buah mete, 100% sari buah belimbing, 100% sari buah nanas, dan campuran sari buah yang terdiri dari 50 % sari buah belimbing 50% sari buah nanas, 50% sari buah belimbing 50% buah mete, 50% sari buah nanas 50% buah mete, campuran antara sari buah nanas, belimbing, mete hingga mencapai 100%. Sebelum dilakukan fermentasi, kadar gula diukur dengan menggunakan metode Nelson-Somogyi menggunakan alat spektofometri. Agar kadar gulanya memenuhi, ditambahkan gula sebesar 15% sebelum dilakukan fermentasi. Pengukuran kadar ethanol dilakukan pada hari ke 1,3,5,10,15,20 dan 25 . Kadar ethanol diuji dengan metode Gas Chromatography. Hasil penelitian adalah : 1). Proses pembuatan bioethanol dari sari buah limbah jambu mete, nanas, dan belimbing dapat dilakukan dengan prosedur : pengambilan sari buah, sterilisasi, pengukuran kadar gula, penambahan gula putih sebesar 15% dan kemudian di fermentasi menggunakan yeast Sacharomyces cereviceae pada kondisi anaerob, 2). Sari buah nanas, belimbing dan jambu mete seacra sendiri-sendiri dapat menghasilkan ethanol dengan kadar antara 8 s.d 10% (v/v) setelah dilakukan fermentasi sampai hari ke 15, 3). Campuran 50% belimbing dengan 50% buah nanas menghasilkan kadar ethanol 7,29% pada hari ke 20, 4). Campuran 50% belimbing dengan 50% buah mete menghasilkan kadar ethanol 8,173% pada fermentasi hari ke 15, 5). Campuran 50% nanas dengan 50% buah jambu mete menghasilkan kadar ethanol 7,891% pada fermentasi hari ke 5, 6). Campuran nanas, belimbing, mete sampai dengan 100% dengan propori sama, menghasilkan kadar ethanol 2,9 – 3,043% (v/v) sampai fermentasi hari ke 15. Sari buah jambu mete, nanas maupun sari buah belimbing tanpa tambahan gula tidak menghasilkan ethanol yang maksimal, hanya 3.043% saja sehingga peran sari buah dalam proses fermentasi adalah sumber nutrien.
Kata Kunci : Bioethanol,Buah mete,Nanas,Belimbing