Laporkan Masalah

Persepsi para pejabat struktural eselon III dan IV terhadap pelaksanaan Diklat Teknis Mind Setting di Kabupaten Maluku Tenggara Barat

JAMBORMIAS, Willem H. Jr, Dr. Wahyudi Kumorotomo

2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi peserta terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis mind setting dari sisi lima materi diklat untuk mengukur keberhasilan diklat diantaranya: (1) materi mind setting, (2) materi visi bersama, (3) materi learning organisation, (4) materi team building, dan (5) materi kinerja dengan dua sub variabel yaitu pelaksanaan pekerjaan dan sub variabel perilaku/sikap. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui teknik kuisioner, wawancara dan observasi dan data dokumentasi. Sementara teknik analisis yang digunakan melalui skala indeks dan analisis triangulasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa secara kuantitatif ada perubahan kemampuan dari peserta dengan mengaplikasikan materi-materi yang diperoleh pada bidang tugas. Namun berdasarkan wawancara dan pengamatan belum membawa hasil yang baik karena masih ditemukan indikator ketidakmampuan. Persepsi peserta dari sisi materi mind setting, secara kuantitatif menunjukkan hasil yang memuaskan dan dianggap berhasil dengan jumlah skor 75,46. Sementara visi bersama 71,32 dalam kategori mampu. Indikator ketidakberhasilan dari materi mind setting adalah ketidakmampuan Para pejabat struktural untuk berpikir sistimatis dalam penyelesaian masalah, ketidakmampuan mengelola emosi dan ketidakmampuan melaksanakan instruksi pimpinan.Sementara dari materi visi bersama para pejabat struktural belum mampu mengajak staf membuat visi bersama dan belum mampu membuat visi bersama. Persepsi peserta dari terhadap materi learning organization ada tujuh indikator dengan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar para pejabat struktural yang telah mengikuti diklat memiliki komitmen untuk terus belajar meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya dengan perolehan skor 78,71 dalam kategori sering. Namun berdasarkan fakta dilapangan ternyata hasilnya berbeda dimana untuk variabel learning organisation ada beberapa indikator yang tidak berhasil diantaranya keengganan para pejabat struktural membuka ruang bagi staf yang telah mengikuti diklat untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh, ketidakmampuan dalam menyampaikan ide ke pimpinan dan ketidakmampuan dalam mengajak staf untuk belajar bersama. Persepsi peserta terhadap materi team building menunjukkan hasil dalam kategori mampu dengan jumlah skor 74,45. Berdasarkan pengamatan dan wawancara penulis diperoleh hasil bahwa masih ada beberapa indikator dari team building yang tidak berhasil antara lain: kemampuan menyatukan staf menjadi tim yang solid dan ketidakmampuan para pejabat struktural untuk mendorong tim melakukan evaluasi kinerja. Persepsi peserta yang terakhir berkaitan dengan materi Kinerja. Hasilnya secara kuantitatif baik yaitu sub variabel pelaksanaan pekerjaan dengan hasil skor 78,57 masuk dalam kategori mampu dan sub variabel sikap/perilaku dengan jumlah skor 81,7 dalam ketegori selalu. Namun dari hasil wawancara dan pengamatan penulis menunjukkan masih terdapat banyak persoalan yang tentu harus diperbaiki seperti ketidakmampuan memahami tupoksi, ketidakmampuan menyusun rencana kerja, ketidakmampuan melaksanakan pekerjaan tepat waktu dan pelayanan prima terhadap masyarakat. Sementara dari aspek perubahan sikap/perilaku juga masih memperlihatkan hasil yang belum memuaskan diantaranya ketidakmampuan membuka ruang yang lebih luas bagi terjadinya proses komunikasi yang baik dengan masyarakat menanggapi keluhan yang disampaikan serta ketepatan waktu pelayanan.

The purpose of this study was to determine perceptions of participants on the implementation of education and technical training the mind set of the five education and training materials to measure the success of the training include: (1) setting the mind of matter, (2) material shared vision, (3) organization learning materials, ( 4) team building material, and (5) materials with the performance of two sub-variables, execution of work and sub variable behavior / attitude. The research method used is survey with descriptive approach. Techniques of data collection through questionnaire techniques, interview and observation and documentation of data. The analysis technique used by the index scale and analysis triangulation. Results of data analysis shows that there are quantitative changes in the ability of participants to apply the material obtained in the field of assignment. But based on interviews and observations have not brought good results because of the inability of the indicators are still found. Perceptions of participants from the material side of the mind set, quantitatively showed satisfactory results and was considered successful with a total score of 75.46. While shared vision capable of 71.32 in the category. Indicator of material failure is the inability of the mind set. Structural officials to think systematically in problem solving, inability to manage emotions and inability to carry out the instructions of the material shared vision officials has not been able to invite staff structural create a shared vision and has not been able to create a shared vision. Participant perceptions of learning organization to the materials there are seven indicators with the results obtained showed that most of the officials who have followed structural training is committed to continuous learning to improve its human resource capacity with the acquisition of a score of 78.71 in the category often. However, based on different facts, but the result field for the variable learning organization where there are several indicators that are not successful reluctance among officials of structural open space for staff who have participated in training to apply the science that has been obtained, the inability to convey the idea to invite the leaders and the inability of staff to learning together. Perceptions of participants on team building materi shows the results in categories with a total score of 74.45 could. Based on observations and interviews authors concluded that there are some indicators of an unsuccessful team building, among others: the ability to unite into a solid team of staff and the structural inability of officials to encourage the team to evaluate performance. The last participant perceptions related to materials performance. Quantitative results is excellent, in sub-variable implementation of the work with a score of 78.57 results in the same category and sub variables capable of behavior / attitude with a total score of 81.7 in kategori always. But from the interviews and observations the author shows there are still many issues that must be repaired as the inability to understand the duties, inability to work plan, the inability to carry out the work on time and excellent service to the community. Meanwhile, from the aspect of changing attitudes/behavior is also still showed unsatisfactory results such as the inability to open more space for the process of good communications with the community respond to complaints submitted and timeliness of service.

Kata Kunci : Diklat,Mind setting,Persepsi,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.