Penilaian usaha PT Bank DKI (Persero) dalam rangka privatisasi tahun 2010
MULYADI, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kewajaran nilai ekuitas dan nilai saham Bank DKI. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan manajemen Bank DKI kesulitan menentukan kewajaran nilai ekuitas dan nilai saham Bank DKI ketika melakukan privatisasi dengan penawaran umum perdana tahun 2010. Penelitian berdasar data historis laporan keuangan Bank DKI tahun 2005- 2008 dan memproyeksikan 7 tahun ke depan (2009-2015). Penelitian ini menggunakan pendekatan pendapatan dengan metode arus kas terdiskonto (discounted cash flow) dan pendekatan relatif (relative valuation). Analisis metode arus kas terdiskonto (discounted cash flow) dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu analisis proyeksi pendapatan bunga, proyeksi laporan keuangan, penentuan tingkat diskonto, proyeksi arus kas bebas ekuitas (free cash flow to equity), mengestimasi nilai terminal (terminal value), mengestimasi nilai perusahaan dan menghitung nilai saham. Analisis pendekatan relatif (relative valuation) diawali dengan mengidentifikasi perusahan sejenis dan sebanding (comparable) dalam jumlah aktiva dan ekuitasnya. Kemudian memilih dan menetapkan multiples atau rasio yang sesuai dengan tujuan penelitian. Multiple yang digunakan adalah PER (Price Earning Ratio) dan PBV (Price to Book Value). Multiples bertujuan untuk mengkonversi nilai buku Bank DKI menjadi estimasi nilai pasar. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode discounted cash flow nilai wajar ekuitas Bank DKI sebesar Rp3.414.383.674.790,-. Nilai wajar ekuitas Bank DKI menggunakan relative valuation berdasar multiple PER sebesar Rp3.382.829.708.622,- dan dengan multiple PBV sebesar Rp7.270.556.712.511,-. Estimasi nilai wajar saham Bank DKI antara Rp331,- hingga Rp712,- pada saat penawaran umum perdana tahun 2010.
The research aimed to estimate fair value of equity and share of Bank DKI. Jakarta city administration and Bank DKI management experiencing difficulties to set fair value of equity and share of Bank DKI during privatization with initial public offering. The research based on historical data of Bank DKI financial statement’s from 2005 until 2008 and forecast 7 years (2009-2015). The research applies income approach with discounted cash flow method and relative valuation method. Analysis of discounted cash flow is done with steps: sales or earnings projection analysis, financial statement projection, discount rate determination, free cash flow to equity estimation, terminal value estimation, equity value estimation and an intrinsic value per share estimation. Relative valuation started with identifying similar company in the same field of industry and choosing and specifying appropriate ratio or multiples from similar company. Multiples or ratio used were PER (Price Earning Ratio) and PBV (Price to Book Value). This Multiples used to convert a relevant book value variable from Bank DKI becomes an estimation of market value. The result from the research use discounted cash flow method, fair value of equity of Bank DKI is Rp3.414.383.674.790,-. Fair value of equity of Bank DKI use relative valuation based on multiple PER Rp3.382.829.708.622,- and with PBV Rp7.270.556.712.511,-. An intrinsic value per share estimation of Bank DKI is Rp331,- up to Rp712,- during privatization with initial public offering at 2010.
Kata Kunci : Discounted cash flow,Pendekatan relative valuation,PER (Price Earning Ratio),PBV (Price to Book Value),Penawaran umum perdana