Laporkan Masalah

Cost benefit analysis (CBA) pembangunan rel kereta api di Provinsi Kalimantan Tengah

RIYUMIE, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA., Akt

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabel biaya dan manfaat pembangunan rel kereta api berdasarkan persepsi masyarakat dan menganalisis hubungan yang membentuk variabel tersebut, mengukur variabel biaya dan manfaat dalam bentuk moneternya, dan menghitung serta menganalisis Cost Benefit Analysis (CBA) pembangunan rel kereta api di Provinsi Kalimantan Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengambil lokasi di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara, dan Kabupaten Barito Selatan, yang menjadi lokasi pengerjaan Tahap I Rel Kereta Api di Provinsi Kalimantan Tengah. Analisis data menggunakan analisis regresi kategori untuk mengetahui pengaruh lapangan kerja, pendapatan, peranan wanita dan lingkungan pada manfaat pembangunan rel kereta api. Analisis CBA dilakukan untuk mengestimasi manfaat dan biaya yang dinilai masyarakat terhadap adanya pembangunan rel kereta api di Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah lapangan kerja berpengaruh positif pada manfaat pembangunan rel kereta api, pendapatan berpengaruh positif pada manfaat pembangunan rel kereta api, peranan wanita berpengaruh positif pada manfaat pembangunan rel kereta api, dan lingkungan berpengaruh negatif pada manfaat pembangunan rel kereta api. Variabel bebas yang paling berpengaruh pada manfaat pembangunan rel kereta api adalah lapangan kerja. Hasil analisis CBA menemukan bahwa lapangan kerja memiliki rata-rata nilai moneter Rp5.300.000, pendapatan memiliki rata-rata nilai moneter Rp4.560.000, peranan wanita memiliki rata-rata nilai moneter Rp2.188.000, dan lingkungan memiliki rata-rata nilai moneter Rp5.550.000. Lingkungan ditemukan sebagai faktor biaya sedangkan lapangan kerja, pendapatan dan peranan wanita ditemukan sebagai faktor manfaat.

The objective of the research is indentifying cost and benefit variables in rail development basic on public perception and analyze the relationship that formed by variables, to measure cost and benefit variables in monetary, and calculated and analyzed Cost Benefit Analysis (CBA) railway in Kalimantan Tengah Province. Primary data was used as data research. Data was collected by questionnaire that take three regencies, Murung Raya, Barito Utara and Barito Selatan Regency, for location First Step of Railway Project in Kalimantan Tengah Province. Data analysis was use categorical regression to examined influence of laborship, income, women involvement, and environtment in railway development benefit. CBA analysis was done to estimate cost and benefit basic on public perception to railway project in Kalimantan Tengah Province. The result was found that laborship positively influence to railway development benefit, income positively influence to railway development benefit, women involvement positively influence to railway development benefit, and environtment negatively influence to railway development benefit. Laborship was found as most influencing variabel. CBA analysis found that laborship has mean monetary value Rp5,300,000, income has mean monetary value Rp4,560,000, women involvement has mean monetary value Rp2,188,000, and environment has mean monetary value Rp5,550,000. Environment was found as cost factor while laborship, income and women involvement were found as benefit factor.

Kata Kunci : Cost benefit analysis (CBA),Rel kereta api,Analisis regresi kategori


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.