Pemanfaatan faeces ternak sapi sebagai energi alternatif biogas bagi rumah tangga dan dampaknya terhadap lingkungan :: Kasus di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta
CORREIA, Ligia Thomas, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc
2010 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan LingkunganPendayagunaan sumber daya alam sebagai modal pokok pembangunan harus dilakukan secara terencana, rasional, optimal, bertanggungjawab dan sesuai dengan kemampuan daya dukungnya dengan mengutamakan kemakmuran rakyat serta memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup bagi pembangunan yang berkelanjutan. Saat ini banyak usaha peternakan yang dilakukan secara intensif, sehingga penemuan baru yang digunakan untuk pemanfaatan limbah biologi dalam hal ini faeces ternak sedang digalakkan agar para warga pedesaan baik petani maupun peternak mampu mengolahnya sebagai sumber energi alternatif untuk keperluan rumah tangga dari hasil usaha tersebut. Salah satu energi alternatif tersebut adalah biogas. Tujuan penelitan Di Desa Kepuharjo dan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Daerah IstimewaYogyakarta meliputi Faktor-faktor yang menyebabkan peternak termotivasi memanfaatkan feses ternak sebagai energi alternatif biogas untuk kebutuhan rumah tangga dan dampak positif dari pemanfaatan feses ternak sebagai energi alternatif biogas terhadap penghematan pengeluaran rumah tangga peternak dan dampak negatif terhadap lingkungan. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei yaitu suatu metode pengambilan sampel (responden) peternak yang membangun teknologi biogas dengan memanfaatkan faeces ternak sapi sebagai energi alternatif biogas, untuk menghemat kayu bakar, minyak tanah dan gas LPG, meminimalkan dampak pencemaran lingkungan, meningkatkan unsur hara tanah di lingkungan sekitar (pekarangan) serta membantu penghematan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga peternak. Analisis hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah faktor respon tetangga terhadap peternak yang membangun teknologi biogas merupakan faktor yang paling berpengaruh untuk memotivasi peternak. Hal itu terbukti dari nilai Thitung sebesar 2,399, dengan nilai P = 0,025 atau P < 0,05. Maka dapat diasumsikan bahwa pencemaran udara yang minim terbukti sangat berpengaruh terhadap motivasi peternak, sehingga masyarakat bersedia berperanserta dalam membangun teknologi biogas yang disponsori oleh pemerintah maupun non pemerintah. Analisis uji beda (uji T) pada penghematan pengeluaran keperluan rumah sebelum dan sesudah membangun teknologi biogas, menunjukkan bahwa nilai penghematan sebelum membangun teknologi biogas sebesar 50,20 dan sesudahnya dengan nilai sebesar 52,70, terbukti adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai peningkatan penghematan terhadap keperluan rumah tangga sebesar 4,9801%.
Natural resource as main capital of development should be used with carefully planned, rational, optimal, and responsible manner and according to its supporting capability by emphasizing people welfare and considering sustainable function and environment balance for sustainable development. Today, many farm businesses run intensively, so new findings used to take benefit from biological waste (animal feces) have been introduced in order rural people. Farmer can process it as alternative energy source for household need that come from the business. One of alternative energy is biogas. The objective of this research in Kepuharjo and Umbulharjo villages, Cangkringan district, Sleman regency Yogyakarta was to study factors causing farmer motivated to use animal feces as alternative energy of biogas for household need and positive impact of animal feces usage as biogas alternative energy for saving in farmer household expenditure and negative impact of environment. This research was done using survey method, with sample of farmer constructing biogas technology by using cow feces as biogas alternative energy, to save wood fuel, kerosene, and LPG, minimize environment impact, increase soil nutrient elements in yard, and save farmer household expenditure. Results of this research indicated that neighborhood response on farmer constructing biogas technology is the most influencing factor to motivate farmer. It is indicated with T test of 2,399 with P = 0,025 or P < 0,05. It can be assumed that minimal air pollution influence greatly farmer motivation, so people is willing to participate in building biogas technology sponsored by governmental institution and non government institution. Differential test analysis (t test) on household expenditure saving before and after build biogas technology was 50.20 and 52.70, respectively. There is significant difference with increase in expenditure saving was 4.9801%
Kata Kunci : Teknologi biogas,Faeces sapi,Biogas Technology Usage