Laporkan Masalah

Kajian geologi lingkungan untuk relokasi permukiman akibat tsunami di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat

RONALD, Yermia, Prof. Dr. Sutikno

2010 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Medan di daerah penelitian memiliki kualitas yang rendah, sehingga tidak sesuai untuk permukiman. Pembangunan relokasi permukiman sebaiknya mempertimbangkan karakteristik medan dan kondisi sosial masyarakat, sehingga informasi-informasi tersebut dapat dipergunakan sebagai dasar kebijakan atau upaya pengelolaan lingkungan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan : 1) mempelajari karakterisik dan kualitas medan untuk permukiman di Desa Bagolo, 2) mempelajari persepsi masyarakat terhadap kualitas medan di lokasi relokasi permukiman baru, dan 3) menyusun strategi pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan karakteristik medan di Desa Bagolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei (survey method), yaitu dengan pengamatan, deskripsi, pengukuran dan pencatatan terhadap komponen pembentuk medan, dan didukung analisis laboratorium. Data dikumpulkan dengan cara sampling dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik evaluasi kesesuaian medan dilakukan berdasarkan pengharkatan (scoring), dan pengklasifikasian pada komponen medan. Data sosial diperoleh dengan cara kuisioner dan wawancara terhadap masyarakat yang respondennya ditentukan secara quota sampling. Pertanyaan-pertanyaan dipergunakan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap lokasi relokasi permukiman baru. Hasil penelitian adalah : Pertama, hasil evaluasi medan bahwa karakteristik medan di daerah penelitian memiliki kualitas yang rendah untuk permukiman, dan lokasi relokasi permukiman baru tidak sesuai untuk permukiman karena memiliki tingkat kesesuaian rendah, hal ini yang dicerminkan dari kondisi medannya, yaitu berlereng curam, kondisi batuan melapuk sedang, terdapat struktur geologi yaitu kekar dan sesar, kembang kerut tanah tinggi, dan daya dukung tanah rendah. Kedua, persepsi masyarakat menunjukkan bahwa lokasi relokasi permukiman baru masih layak untuk ditempati. Ketiga, Strategi pengelolaan lingkungan untuk permukiman dibentuk dengan pendekatan mitigasi bencana yang berpedoman dari analisis evaluasi medan dan persepsi masyarakat.

Terrain in the research field had low quality, so that it was inappropriate for settlement. Settelement relocation building should consider terrain characteristic and people social condition, so that informations could be used as basic policy or environmental management efort in the research field. The objectives of this research were : 1) to determine proper terrain for settlement in Bagolo Village, 2) to explore people perception towards terrain quality in new settlement relocation, and 3) to compose environmental management strategy which is suitable with characteristic of terrain in Bagolo Village. The method which was used in this research was survey method, by observation, description, measurement and recording toward component of terrain shaper, and supported by laboratorium analysis. The data was collected by using purposive sampling method. Evaluation technique of proper terrain have been done based on scoring, and clasification on terrain component. Social data was collected by questionaire and interview toward people as respondent which was determined by quota sampling. The questions was used to analize people perception toward location of new settlement relocation. The results of the research were : first, terrain evaluation result, terrain characteristic in the research field had low quality for settelement, and location for new settlement relocation was inappropriate for settlement because it had low conformity level, which could be seen by condition of terrain, which was sheer, moderate weathered, solid and fault geology structure, high breed of furrow, and low soil support capability. Second, people perception showed that location of new settlement relocation was still suitable to be settled. Third, environmental management strategy for settlement was formed by disaster mitigation approach which guided by terrain evaluation analysis and people participation.

Kata Kunci : Geologi lingkungan,Sumberdaya,Bahaya geologi,Bentuk lahan,Medan evaluasi medan,environmental geology, resources, geology catastrophe, landform, terrain, terrain evaluation, disaster mitigation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.