Koordinasi pada proses penyusunan rencana Prima Tani dalam mendukung pembangunan daerah di Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman
WIRANTI, Endang Wisnu, Dr. Ir. Ageng Setiawan Herianto, M.Sc
2010 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi PembangunanProses koordinasi yang baik dalam program pembangunan terpadu seperti PRIMATANI kurang dipahami oleh para manager pelaksananya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses koordinasi pada penyusunan rencana PRIMATANI dalam upaya mendukung pembangunan daerah dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Penelitian dilaksanakan di desa Hargobinangun, sebagai kawasan wisata utama di Kabupaten Sleman. Desa ini memiliki sumberdaya yang potensial untuk pengembangan agribisnis krisan, jamur dan ternak sapi yang pengembangannya perlu ada dukungan dan koordinasi dinas teknis terkait. Metode dasar penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Informasi dan data diperoleh melalui wawancara mendalam serta analisis dokumentasi kegiatan perencanaan PRIMA TANI tahun 2006-2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan proses koordinasi pada penyusunan rencana PRIMA TANI disebabkan proses komunikasi asimetris dalam penentuan wilayah pengembangan yang dilakukan secara sepihak oleh Departemen Pertanian tanpa melibatkan departemen teknis lainnya. Untuk menjamin koordinasi perencanaan program pembangunan berjalan baik, maka harus dibangun kesepakatan antar instansi pendukung sejak penetapan wilayah pembangunan. Kemudian perlu dicapai kesepakatan antar instansi terhadap formalisasi program pembangunan dan pelaksanaannya serta didukung oleh pasokan informasi yang teratur dari setiap departemen teknis.
A proper coordination process of an integrated development program, such as PRIMATANI is not well understood by the development program manager. The research objectives are to assess the coordination process in formulating a PRIMATANI development plan; and to identify its influencing factors. The research was conducted in Hargobinangun village of Sleman District. This village is well known as a main tourist destination combined with high potential on agricultural resources and products, such as chrysanthemum, mushroom, and dairy. This area should be well supported by some technical departments through the coordination process of PRIMATANI. The basic method of this research was a qualitative method with a case study. The data collection and analysis was conducted using an in-depth interviews method and a documentary analysis on the coordination meeting of PRIMATANI. The result shows that the imperfect coordination process in this program was caused by asymmetric communication process which dominated solely by the Department of Agriculture in determining this targeted village and its development program. In order to support the integrated development program, the coordination process among the technical department should be formalized since the targeted area determination. Then, it should be followed by a formal agreement among the departments on development program formulation plan and regular information supply on their coordination meeting.
Kata Kunci : Koordinasi,Penyusunan rencana,Prima Tani, coordination, planning schedule, PRIMA TANI