Peningkatan peran politik perempuan dalam partai politik di Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh
MAYASARI, Sartika, Drs. Cornelis Lay, MA
2010 | Tesis | S2 Ilmu PolitikPeningkatan peran perempuan dalam partai politik mulai terlihat pasca Gayo Lues dimekarkan dari Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun 2002. Faktor dominasi suku Alas menjadi kendala yang kuat terhadap kurangnya peran perempuan dalam partai politik disamping terdapat beberapa nilai dalam masyarakat yang belum menerima perempuan sebagai aktor publik, seperti halnya nilai struktural dan kultural yang terjadi pada saat itu. Faktor struktural yang dimaksud dalam penelitian ini terdiri dari: (a) aturan hukum yang belum sensitif terhadap hak perempuan, (b) tingkat ekonomi perempuan yang belum mandiri serta rendahnya tingkat pendidikan perempuan. Sedangkan Faktor kultural yang terjadi sebelum pemekaran seperti budaya lokal dan budaya politik ditingkat lokal yang sangat maskulin serta terdapat perbedaan perspektif sebagian masyarakat terhadap ajaran Islam. Namun pasca Gayo Lues dimekarkan perempuan mulai berperan menjadi anggota partai politik. Salah satu dari mereka menjadi pimpinan partai politik yaitu Ibu Nurhayati dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan peran politik perempuan dalam partai politik pasca Kabupaten Gayo Lues setelah dimekarkan. Peneliti juga ingin mengetahui bahwa setelah terjadi pemekaran, apakah paradigma politik di Gayo Lues mengalami peberubahan berdasarkan nilai struktural dan kultural. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Adapun analisa data yang digunankan adalah dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik analisa ini didasarkan pada hasil temuan data penelitian dengan memperhatikan permasalahan, tujuan penelitian dan fenomena yang terjadi dibalik kondisi yang ada kemudian interpretasikan. Hasil penelitian ini bahwa peningkatan peran perempuan dalam partai politik terjadi dikarenakan : 1) Pemekaran daerah membuka peluang bagi perempuan Gayo Lues terlibat dalam partai politik. 2) Pasca Kabupaten Gayo Lues dimekarkan telah terjadi beberapa perubahan nilai dalam masyarakat seperti nilai struktural dan kultural. Nilai struktural yang berubah antara lain seperti aturan hukum yang sensitif gender sudah mulai ada, tingkat ekonomi perempuan sudah mulai mandiri, namun tingkat pendidikan perempuan masih rendah. Adapun nilai kultural yang mulai berubah antara lain seperti: perspektif sebagian masyarakat mengenai ajaran Islam yang melarang perempuan terlibat dalam politik mulai pudar seiring perkembangan informasi dan kehidupan sosial dan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues. Adapun saran dan rekomendasi penulis dalam penelitian ini antara lain: 1) Diharapkan kepada partai politik di Kabupaten Gayo Lues agar lebih meningkatkan peran perempuan dalam partai politik. Khususnya melalui peningkatan Sumber Daya Perempuan dalam Partai Politik. 2) Seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Gayo Lues berkewajiban mengupayakan perempuan untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam partai. 3) Setiap anggota partai politik berkewajiban untuk melakukan advokasi kepada para pemimpin partai-partai politik di Kabupaten Gayo Lues agar dapat menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya mengakomodasi perempuan dalam partai politik di Kabupaten Gayo Lues. 4) Pemerintah daerah dan seluruh pengurus inti partai politik yang ada di Kabupaten Gayo Lues berkewajiban meningkatkan perekonomian perempuan melalui pemberdayakan ekonomi perempuan melaui pelatihan dan pengembangan usaha mandiri.
Increased role of women in political parties began to look after Gayo Lues separated from Aceh Tenggara Regency in 2002. dominance factor of Alas becomes a strong obstacle to the lack of women's roles in political parties as well have some value in a society that has not accepted women as public actors, as well as structural and cultural values that occurred at that time. Structural factors referred to in this study consisted of: (a) The rule of law is not sensitive to the rights of women, (b) Economic level of women who had independent and low levels of female education. While cultural factors that occurred before the expansion as the local culture and local level political culture is very masculine, and there are differences in perspective some of the people against the teachings of Islam. After Gayo Lues separated women began to play a member of a political party. One of them became leaders of political parties is Mrs. Nurhayati from Partai Keadilan Sejahtera (PKS). This study aims to determine whether there is increased political role of women in political parties after separated of Gayo Lues regency. Researchers also want to know that after the expansion, whether the political paradigm in Gayo Lues have change based on structural and cultural values. This research uses a qualitative methodology. While data collection techniques used is the in-depth interviews, observation and documentation. The data analysis is using qualitative analysis. This analysis technique based on the findings of research data by considering the problem, research objectives and the phenomenon that occurs behind the existing conditions and interpretation. The results of this study that the increasing role of women in political parties happen because: 1) Expansion of opportunities for regional women involved in Gayo Lues political parties. 2) Post-divided Gayo Lues have been some changes in community values such as structural and cultural values. The value of structural changes such as rules of gendersensitive laws already exist, the economic level of women have started independent, but women's education levels are low. The cultural values began to change, among others such as: the perspective of some people about Islamic teachings that prohibit women's involvement in politics began to fade as the development of information and social and community life in Gayo Lues. The authors suggestions and recommendations in this study include: 1) It is expected that the political parties in Gayo Lues Regency has to better enhance the role of women in political parties. Particularly through increased resource Women in Political Parties. 2) To all political parties in Gayo Lues Regency seeking women obliged to occupy strategic positions in the party. 3) Each political party members are obliged to conduct advocacy to leaders of political parties in Gayo Lues Regency to develop an awareness of the importance of accommodating women in political parties in the district of Gayo Lues. 4) The local government and the entire core committee of political parties in Gayo Lues Regency is obligated improve the economy of women through women's economic empowering through training and development of independent business.
Kata Kunci : Peningkatan peran,Perempuan,partai politik, increasing role of women in political parties.