Kinerja pemeriksaan Badan Pengawasan Daerah Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
KALAMI, Eliaser, Dr. Samodra Wibawa
2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikAparat Pengawas Internal Pemerintah ( APIP ) yang melakukan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan ( TLHP ) dan Pengawas Eksternal dewasa ini menjadi konsumsi publik karena penyelesaian masalah tindak lanjut yang berlarut-larut. Kondisi ini memberikan kesan bahwa lembaga pengawasan belum melaksanakan fungsinya dengan baik. Bawasda Sleman sebagai suatu badan pengawasan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya diukur dengan Tindak Lanjut Hasil Temuan sebagai salah satu indikator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauhmana suatu temuan ditindaklanjuti, karena berhasilnya suatu badan pengawasan dilihat dari banyak atau sedikitnya temuan, juga sebagai masukan bagi Bawasda Sleman dalam meningkatkan kinerjanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan analisa data sekunder dan mengolah data primer yang berasal dari jawaban kuesioner para auditan dengan persepsi mereka atas tindaklanjut di Bawasda Sleman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ( 1 ) Bawasda Sleman dalam menindaklanjuti temuan secara keseluruhan cukup optimum, namun jika dirinci menurut temuan administrasi dan keuangan maka dikatakan belum optimun karena masih ada temuan keuangan yang belum ditindak lanjuti, sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja Bawasda Sleman belum baik. ( 2 ). Proses Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan dapat dilaksanakan melalui tiga cara, yaitu : Konfirmasi, Pemutahiran Data dan Pembuatan Daftar Laporan Hasil Pemeriksaan; (3).Faktorfaktor yang mempengaruhi terlambatnya Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan adalah faktor kelalaian auditan dan faktor waktu. Akhirnya untuk menjaga agar tidak terjadi temuan yang dapat merugikan kas Daerah/Negara, maka disarankan kepada atasan langsung suatu SKPD yang mempunyai temuan agar dapat memonitoring pekerjaan dalam unit kerjanya sehingga Ia dapat mengerti apa yang menjadi temuan pada unit kerjanya, dan juga mengingatkan stafnya dengan tegas supaya mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,karena keterlambatan mereka dalam menyelesaikan temuan merupakan kerugian negara yang menjurus kepada suatu tindakan pidana.
Government Internal Control Apparatus (APIP) doing Followup Examination Results (TLHP) and External Supervisors today became public consumption because follow-up problem solving protracted. This condition gives the impression that the institution has not fulfilled its oversight function very well. Bawasda Sleman as a monitoring body in carrying out basic tasks and functions measured by the Follow-up Findings as one indicator. The purpose of this study is to determine the extent of an actionable findings, because the success of an oversight body or at least seen from the many findings, as well as inputs for Bawasda Sleman in improving its performance. The method used in this research is descriptive method by using secondary data analysis and processing of primary data derived from the audited questionnaire answers with their perception of the follow on Bawasda Sleman. Based on the results of this study concluded that (1) Bawasda Sleman in following up the findings as a whole is optimum, but if it is classified by the findings of administration and finance is not optimum because it is said there are still financial findings that have not been followed up, so it can be concluded that performance was not good Bawasda Sleman . (2). Follow the process of examination results can be implemented in three ways, namely: Confirmation, and Making List Update Data Inspection Report; (3). The factors that influence delays Follow Up Examination Results are audited and the failure to factor the time factor. Finally, to ensure that there is no adverse findings can cash Region / Country, it is advisable to direct superiors have an SKPD findings in order to monitor the work of the unit works so that he can understand what the findings on work units, and also reminded his staff firmly so that they can perform their duties properly, due to delays in completing their findings is the loss to the state that leads to a criminal action.
Kata Kunci : Kinerja,Bawasda