Laporkan Masalah

Anggaran belanja daerah ditinjau dari proses dan pengalokasian di Kabupaten Gorontalo

LASALEWO, Zulkifli, Ertambang Nahartyo, M.Sc., PhD

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses penyusunan anggaran belanja di Kabupaten Gorontalo yang mencakup pula peran DPRD sebagai wakil rakyat. Mengevaluasi besarnya alokasi anggaran belanja Kabupaten Gorontalo untuk kepentingan pelayanan publik dan pelayanan aparat/penyelenggara. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dari anggaran Kabupaten Gorontalo mulai tahun 2004/2005 – 2008/2009, yang diperoleh dari Bagian Keuangan, Bagian Penyusunan Program, BKD dan Bappeda Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan analisis Deskriptif dan analisis Comparative Budget Statement (CBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di Kabupaten Gorontalo belum mencerminkan aspirasi masyarakat daerah di mana arah dan kebijakan umum anggaran lebih didominasi dan mencerminkan aspirasi pemerintah atasan/pusat serta belum optimalnya peranan panitia anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gorontalo sebagai wakil rakyat di daerah jika dibandingkan peran panitia anggaran eksekutif. Dari tahun 2004/2005 – 2008/2009 alokasi belanja pelayanan publik rata-rata mencapai 61,51 % sedangkan belanja pelayanan birokrasi sebesar 38,49 %, namun belanja langsung rata-ratanya masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan belanja modal pembangunan yaitu 60,88 % dan 39,12 %.

The objective of the research is evaluating the process of arrangement of expenditure budget in Kabupaten Gorontalo that include the role of DPRD as people representative. Evaluating amount of expenditure budget allocation Kabupaten Gorontalo to public service and institution/executor service. The used data is qualitative data and quantitative data from Kabupaten Banjar budget starting year 2004/2005 - 2008/2009, that gotten from Finance Department, Program Arranging Department, BKD and Bapedda Kabupaten Gorontalo. The research uses Descriptive Analysis and Comparative Budget Statement (CBS) Analysis. The result of the research shows that the process of arrangement of district income and expenditure at Kabupaten Gorontalo has not expressed the local inhabitants aspiration, where most of direction and common policy of budget dominated and express the high government aspiration and no optimal role of budget committee of district legislative assembly Kabupaten Gorontalo as people representative in region if compared by the role of executive budget committee. From year 2004/2005 - 2008/2009 average of expenditure allocation of public service achieve 61,51%, while expenditure of bureaucracy service is 38,49%, but average routine expenditure is still greater than capital expenditure, that is 60,88% and 39,12%.

Kata Kunci : Anggaran belanja daerah,Pengalokasian dana,Provinsi Gorontalo, Process Arrangement,People Aspiration, Legislative, Budget Allocation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.