Laporkan Masalah

Tinjauan yuridis terhadap kedudukan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) dalam akad murabahah pada perbankan syariah di Kota Makassar

MARUDDIN, Marhani, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H

2010 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini mengenai “Tinjauan Yuridis terhadap Kedudukan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) dalam Akad Murabahah pada Perbankan Syari’ah di Kota Makassar”. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kedudukan hukum Fatwa Dewan Syari’ah Nasional dalam akad Murabahah di Perbankan Syari’ah dan implementasi Fatwa Dewan Syari’ah Nasional dalam akad Murabahah pada Perbankan Syari’ah di Kota Makassar. Penelitian ini bersifat yuridis empiris yang terdiri dari penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh dari responden di lapangan yakni dari Pimpinan Cabang BRI Syari’ah Cabang Sulsel, Pimpinan Bank Mega Syari’ah Sulsel Cabang Pembantu, dan Pimpinan Divisi Unit Usaha Syari’ah Bank Sulsel Syari’ah, serta nara sumber yakni 2 (dua) orang pakar di bidang Ekonomi Syari’ah dengan melakukan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikemukakan bahwa (1) Fatwa DSN-MUI tentang Murabahah berlaku menyeluruh bagi bank syari’ah dan orang atau pihak yang bekerja sama dengan bank syari’ah karena fatwa DSN tersebut merupakan prinsip syari’ah yang harus ditegakkan oleh bank syari’ah sebagaimana yang ditunjuk dalam UU No. 21/2008 tentang Perbankan Syari’ah di mana berdasarkan hirarki perundang-undangan di Indonesia, Undang-undang merupakan salah satu sumber hukum di Indonesia. (2) Pada praktik perbankan Syari’ah di kota Makassar, fatwa DSN tentang murabahah telah dipatuhi oleh bank syari’ah maupun orang atau pihak yang melakukan akad pembiayaan murabahah dengan bank, hal ini dapat dilihat dari perjanjian yang dibuat secara notariil di mana klausula-klausula dalam perjanjian tersebut telah sesuai dan tidak bertentangan dengan fatwa DSN tentang Murabahah.

This research concern on “Judicial Review of The Status of National Sharia Board’s (DSN) Guidance on Murabahah Covenant in Islamic Banking in Makassar. This research aimed to determine the legal status of National Sharia Board’s (DSN) guidance on murabahah covenant in islamic banking and the implementation of that guidance legal status in islamic banking in Makassar. This research was the juridical empiric study which is consists of field research and literature research. Primary data obtained from respondents in the field, those are Branch Manager of BRI Syari’ah Sulsel, Branch Manager of Mega Syari’ah Sulsel Bank, and Manager Division of Sharia Trade Unit of Sulsel Syari’ah Bank, as well as a the resources are 2 (two) experts in economis sharia field by doing interwiews. While secondary data obtained from the literature research. Based on the research, the results are (1) the guidance of DSN about murabahah must be obeyed by Islamic Banks and person or parties who make a treaty or coorporation with them because the guidance of DSN is sharia principle which must be erected by islamic based on UU No. 21/2008 about Islamic Banking, where based on legislation hierarchical in Indonesia, the law is one of legislation resource,(2) In Islamic Banking’s practice in Makassar, DSN guidances on Murabahah have been obeyed by the Islamic Banks and person or parties who make a murabahah contract with them, it can be seen from the contract which is made in a notarial where the clauses in the contract have been appropriated and have not been contradicted with DSN guidances on Murabahah.

Kata Kunci : Kedudukan Hukum Fatwa DSN, akad Murabahah, legal status of DSN guidance, murabahah covenant


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.