Laporkan Masalah

Evaluasi kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 yang diterapi rawat jalan dengan antidiabetik oral di RSUP Dr. Sardjito

SARI, Rafika Mutia, Jarir At Thobari, M.D., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia. DM tipe 2 merupakan suatu penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan secara total yang berakibat pada Health Related Quality Of Life (HRQOL). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2 yang diterapi rawat jalan dengan antidiabetik oral di RSUP Dr. Sardjito berdasarkan faktor karakteristik pasien, jenis obat yang digunakan pasien dan pola terapi tunggal dibandingkan dengan pola terapi kombinasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional. Data diambil secara concurrent yaitu dilakukan dengan wawancara dan mengumpulkan data dari rekam medik pasien. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang memperoleh terapi antidiabetik oral, pasien yang berkunjung pada saat penelitian ini dilakukan dan bersedia mengisi kuesioner. Subyek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 227 pasien.Untuk mengukur kualitas hidup digunakan kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ). Untuk mengetahui kualitas hidup berdasarkan faktor karakteristik digunakan uji independent sample t-test, untuk mengetahui kualitas hidup berdasarkan jenis obat menggunakan uji anova dan untuk mengetahui kualitas hidup berdasarkan pola terapi digunakan uji independent sample t-test kemudian dilanjutkan analisis regresi linier dengan metode enter untuk mengontrol pengaruh faktor karakteristik terhadap perbedaan kualitas hidup antara kelompok terapi tunggal dan kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, usia, durasi DM, pendidikan, status pernikahan, dan pekerjaan berpengaruh terhadap kualitas hidup. Pasien DM tipe 2 dengan terapi metformin skor kualitas hidupnya 67,9; akarbose skor kualitas hidupnya 67,7 dan sulfonilurea 67,6. Perbedaan ini berdasarkan uji anova dinilai tidak berbeda secara signifikan (p=0,298). Pasien dengan terapi ADO tunggal skor kualitas hidupnya 70,6 sedangkan pasien dengan terapi ADO kombinasi skor kualitas hidupnya 67,6 dan berdasarkan uji independent sample t-test perbedaannya dinilai berbeda secara signifikan (p=0,002). Analisis regresi linier dengan metode enter (p=0,049) menunjukkan bahwa perbedaan kualitas hidup antara kelompok terapi tunggal dan kombinasi dipengaruhi faktor karakteristik pasien.

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease, identified by hyperglycemia. Type 2 DM is a chronic disease which can’t be healed totally. Therefore type 2 DM will affect the Health Related Quality of Life (HRQOL). The purpose of this study was to determinate the QOL of type 2 DM patients based on patient’s characteristics, dru groups, and therapy pattern (single versus combination therapy). This study was conducted in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. This study is an analytical research with cross sectional design. Data collection was done by interview and review of patient’s medical records. Research’s subjects are ambulatory patient with type 2 DM who are threated with oral antidiabetic(s) and willing to fill the questionnaire. Total 227 total patients were included in this study. Quality of life was measured by Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ). There are several statistical analysis used in this study. Independent sample t-test used for QOL analysis based on patient’s characteristics, ANOVA used for QOL analysis based on drug groups and independent sample t-test for QOL analysis based on therapy patterns. Analysis was continued by linier regression analysis with enter method. It used to control the influence of characteristics factor to QOL’s difference between single and combination therapy groups. The analysis showed that gender, age, duration of DM, educational level, marital status and occupation affect the QOL. Patient taking metformin had 67.9 score, 67.7 for patient with acarbose therapy and patient taking sulfonylurea 67.6 score. Those differences were not significant (ANOVA test, p = 0.298). Patients taking single antidiabetic agent had 70.6, whereas those taking combination therapy had 67.6 score. Independent sample t-test showed that those score have significant difference (p = 0.002). Linear regression analysis with enter method showed that QOL’s difference between single and combination therapy groups did affected by patient’s characteristics (p=0.049).

Kata Kunci : DM tipe 2,Terapi ADO,Kualitas hidup,DQLCTQ,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.