Laporkan Masalah

Pengukuran paparan radiasi di luar bungker LINAC radiotherapy Rumah Sakit DR. Sardjito Yogyakarta

DINATA, Yuwono Marta, Prof. Dr. dr. Maesadji Tj., Sp.Rad(K)Onk

2010 | Tesis | S2 Magister Teknik Instrumentasi

Dalam perkembangan teknologi yang telah maju diberbagai bidang khususnya dalam bidang kedokteran. Kemajuan teknologi membawa cara yang berbeda dalam proses penyembuhan penyakit yang diderita pasien. Salah satu teknologi yang berpengaruh yaitu LINAC. LINAC merupakan salah satu alat yang menggunakan paparan radiasi sinar elektron maupun sinar X untuk menghancurkan tumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah radiasi di luar bungker pada saat LINAC menyala, melakukan analisa paparan radiasi dan memberikan rekomendasi kepada rumah sakit Dr. Sardjito Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah paparan dosis radiasi di luar bunker LINAC rumah sakit DR.Sardjito di bawah nilai ambang batas paparan radiasi. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran langsung saat LINAC menyala. Data yang didapatkan kemudian diolah dengan melakukan konversi unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah ruang tunggu pasien, ruang operator, taman, ruang chiller, ruang dosimetri,dan ruang musholla yang mempunyai tingkat radiasi dibawah 2 μSv/h. Sedangkan daerah didepan pintu masih tergolong tinggi tingkat radiasinya sekitar 4,7 μSv/h. Hasil tersebut masih sesuai dengan surat keputusan kepala Bapeten No.1/Ka-BAPETEN/V-99 tentang nilai batas dosis bagi para pekerja 50 mSv/tahun dan untuk nilai batas dosis masyarakat umum 5 mSv/tahun.

Nowadays, technology development has raised quickly in every aspect especially in medical that effect to the difference ways in curing diseases suffered by patients. One of the influence tools is LINAC. LINAC is one of tools that uses electron ray radiation exposure even X-ray to destroy tumor. The purpose of this research is to measure the radiation outside the bunker when LINAC is on, do analysis about radiation exposure and give recommendation to Dr. Sardjito Hospital in Yogyakarta. The hypothesis is dosage of radiation exposure outside LINAC bunker of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta is under the maximum number of radiation exposure standard. This research was done by measuring the radiation exposure while LINAC was on. The recorded data processes by changing the unit conversion. The result of this research showed that patients’ waiting room area, operator’s room, garden, chiller room, dosimeter room and musholla had radiation exposure under 2 μSv/h. While the area in front of the bunker’s door had high level of radiation exposure. The result was around 4,7 μSv/h. However, the result of this research is still based on the letter of BAPETEN No.1/Ka-BAPETEN/V-99 about maximum dosage of exposure, for workers 50 mSv/year and public 5 mSv/year.

Kata Kunci : LINAC,Radiation exposure,Radiotherapy,paparan radiasi, radiotherapy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.