Laporkan Masalah

Ruang luar Kampung Kasongan dan perubahannya setelah gempa bumi 27 Mei 2006 :: Studi ruang luar Kampung Kasongan antara tahun 2006-2007

FATIMAH, Inayati, Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fakta perubahan fisik pada saat rekontruksi bangunan ruang luar Kampung Kasongan pasca peristiwa gempa bumi pada tanggal 27 mei 2006. Gempa telah memporak-porandakan Kampung Kasongan dan merusak ruang luar. Kerusakan ini sangat mengganggu aktivitas harian dan produksi, serta melumpuhkan perekonomian kawasan. Rekonstruksi rumah-rumah dan tempat produksi yang semakin luas dalam waktu singkat (1,5 tahun), mempersempit ruang luar yang ada. Padahal ruang luar sangat penting sebagai ruang aktivitas produksi, harian, dan sosial serta menjadi simbol kerukunan warga. Dikhawatirkan rekonstruksi bangunan pasca gempa mengesampingkan eksistensi ruang luar yang akan menimbulkan masalah baru. Pernyataan di atas perlu dibuktikan dan ditindaklanjuti dengan penelitian.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter ruang luar Kampung Kasongan sebelum dan setelah gempa bumi Mei 2006, mengetahui perubahan fisik dan nonfisik ruang luar akibat gempa serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan ruang luar tersebut. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara dan metode behavioral mapping; place-centered map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah rekonstruksi pasca gempa, rumah-rumah warga Kampung Kasongan semakin luas sehingga menyebabkan ruang luar yang ada semakin sempit. Bentuk ruang luar tetap tidak beraturan dengan perasaan meruang semakin kuat. Karakter ruang luar tetap hangat dengan elemen ruang luar yang tersebar berantakan. Elemen pembentuk ruang berubah pada pertambahan jumlah dinding kayu-bambu, lantai perkerasan dan teras. Jumlah sumur dan tobong juga semakin banyak. Muncul elemen bencana berupa material dan reruntuhan bangunan. Jenis aktivitas harian, produksi dan aktivitas sosial tidak berubah, mendorong warga beradaptasi. Diantaranya terjadi peningkatan intensitas pemanfaatan ruang luar pribadi oleh lebih banyak warga, perubahan sifat penggunaan halaman-halaman rumah (ruang luar) warga Kampung Kasongan menjadi lebih privat dan perubahan jalur jalan blusukan. Dari hasil penelitian di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut : perubahan fisik ruang luar Kampung Kasongan yang terjadi adalah ukuran ruang mengecil, perasaan meruang sedikit menguat dan berubahnya volume serta jenis elemen ruang luar. Perubahan nonfisiknya adalah terjadi peningkatan aktivitas di dalam ruang, perubahan jalur jalan blusukan dan ekspansi bangunan ke tempat lain, halaman rumah warga berubah pemanfaatannya menjadi sedikit lebih privat. Faktor fisik yang mempengaruhi perubahan ruang luar adalah faktor pengisi ruang, faktor kondisi geografis dan faktor pembentuk ruang. Pengaruh faktor nonfisik adalah faktor ekonomi, faktor sosial dan sedikit pengaruh faktor psikologi.

The background of this research was outdoor space changing in Kampong Kasongan caused by house reconstruction after May 27th, 2006 Earthquake. Earthquake had been damaged houses and made significant change in its outdoor space. This damage was disturbing craft industrial and daily activities in Kampong Kasongan, made financial troubles for craftsmen. Reconstruction process had been done in short time which just took 1,5years (from 2006 until 2007) made most victim rebuilt their houses without outdoor space consideration (rebuild house without yard). Houses and production facilities had been built larger than before Earthquake, narrowed outdoor space. Though, outdoor space is important for production, daily, social activity space and value as harmony symbol in this neighbourhood. Reconstruction process could create new problem for this neighbourhood. Those statements need to be proven and continued by research. The aim of this research is to understand Kampong Kasongan outdoor space characteristic before an after May 26th Earthquake, find out physical and non-physical changes caused by earthquake, know outdoor space influential changing factors. Research methods are observation, interview and behavioural mapping, place-centered map. The results of this research are as follows: new houses are larger than before Earthquake, narrowed outdoor space. Outdoor space shape before and after Earthquake was not changing, still in disordered form. Enclosure was strengthened by narrowed outdoor space. Outdoor space atmosphere was warm with its messy space elements. The amount of shaping space element was increasing, such as wood-bamboo walls, hard floors and terraces. All outdoor space has housing ruin or housing material as new outdoor space element. Activity types are not changing, but encourage people to adapt with new form of outdoor space, such as increasing activity in private yard by more people, space utilization changing could be more private or public, and small road route changing. The conclusions of this research are as follows: outdoor space physical changing caused by Earthquake are size (narrower), enclosure (stronger), type and amount of space elements (increasing). Outdoor space non-physical changing caused by Earthquake are increasing activity, small road route changing, building expansion to far away place, and space utilization changing to be more private. Physical influential changing factors are space element factor, geographical factor and shaping space factor. Non-physical influential changing factor are economical factor, social factor and few psychological factor.

Kata Kunci : Ruang luar,Kampung Kasongan, outdoor space, Kampong Kasongan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.