Pengembangan kepariwisataan pasca tambang batu bara menuju Kota Sawahlunto sebagai museum hidup
CHERISH, Rika, Dr. Ir. Arya Ronald
2010 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturKota Sawahlunto sebagai kota industri tambang batubara di Sumatera Barat yang sudah diambang penutupan, harus mencari alternatif lain sebagai sumber daya ekonomi baru yang menjadi penggerak kota. Dicetuskannya visi kota yaitu Kota Sawahlunto sebagai kota wisata tambang yang berbudaya pada tahun 2020 menjadi dasar bagi Pemerintah kota untuk memulai program-program kepariwisataan dengan berbasiskan kepada peninggalan warisan sejarah yang dimiliki kota ini. Visi kota ini membuat secara langsung adanya pergeseran status kota bagi masyarakat dan menurunnya kondisi kualitas lingkungan kota bekas kejayaan Belanda. Namun sebagai kota wisata yang mana juga sebagai salah satu destinasi di Sumatera Barat, maka kota ini harus memiliki kekhususan dari pada kota-kota lain yang terdapat di Sumatera Barat agar bisa menjadi kota wisata terkemuka di sumatera barat yaitu dengan mewujudkan kota lama sebagai museum hidup. Dengan menemukan potensi yang dimiliki kota lama ini dengan menggunakan sistem TOS (tourism opportunity spectrum) serta kajian terhadap pencangan program pembangunan kepariwisataan, maka sedianya akan diarahkan kepada rencana pengembangan sebagai sebuah museum hidup sebagai salah satu produk pariwisata yang mengkhususkan kepada eksplorasi dari peninggalan warisan sejarah kolonial Belanda. Terjadinya pergeseran status dari kota industri tambang menjadi kota kota wisata serta menurunnya kondisi fisik kota akibat ditinggalkan oleh perusahaan tambang, menjadi permasalahan terhadap pembangunan kedepan kota ini. Untuk itu perlunya sesegera mungkin menetapkan arah dari perkembangan kota ini agar mampu terus eksis didalam menunjang visi kota. Beberapa potensi dan komponen-komponen penunjang yang telah ditemukan untuk diekplorasi menjadi sebuah museum hidup sangat strategis untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan kota dan masyarakat. Dan sangat dibutuhkan ketegasan dari pemerintah kota dalam menentukan kebijakan kedepan serta peran serta masyarakat untuk sesegera mungkin berperan didalam pembangunan tersebut.
Sawahlunto as coal mining town in West Sumatra which was on the process of closure, should seek other alternatives as a new economic resource for the city. The vision of the city as town of culture in 2020 became the basis for the city government to initiate tourism program with heritage-based historical heritage. Vision of this city made a shift directly to the public status of the city and the declining condition of the former city environmental quality of Dutch glory. But as one destination in West Sumatra, the city must have the particularity to become a leading tourist city in West Sumatra, that is to realize the old city as a living museum. The potential of this old city was found by using the TOS system (tourism opportunity spectrum) and the assessment of tourism development programs. It will be directed to the development plan as a living museum as one of the specialized tourism products to the exploration of the legacy of the colonial heritage Dutch. The status of the mining industry is shifted towards a city of tourism. But there are declining physical conditions left by the city due to mining companies being the problems of the future development of this city. The direction of the development of this city shoud be formulated in support with the vision of the city. Some of the potential and supporting components have been found to become a living museum. Strategic plan should be developed and tailored to the needs of the city and the community. The government should be involved in determining the future policy while the community participation would be needed to participate in a rapid development.
Kata Kunci : Potensi wisata warisan sejarah,Budaya dan peran masyarakat, heritage tourism, historical, cultural and community role