Modal sosial dalam pembangunan desa :: Studi kasus Kampung Hijau di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulon Progo
AZWIN. Teuku, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahKegiatan Kampung Hijau merupakan kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi hijau dengan berbagai bentuk tindakan. Kegiatan tersebut dinilai oleh Bappedalda pada tahun 2008 dan mengkategorikan kampung hijau dan tidak. Di duga, peran modal sosial dan partisipasi masyarakat sangat mempengaruhi pembanguan desa menjadi desa/kampung hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial dalam pembangunan desa untuk mencapai desa/kampung hijau. Penelitian ini merupakan penelitian deduktif – kualitatif dengan mendeskripsikan dan membandingkan modal sosial dan partisipasi masyarakat masing – masing lokasi (kasus). Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukan adanya perbedaan modal sosial antara desa/kampung yang menjadi hijau dengan desa/kampung yang tidak menjadi hijau. Perbedaan tersebut ditemukan pada kekuatan elemen-lemen modal sosial yang ada di lingkungan masyarakat dalam kegiatan pembangunan lingkungan menjadi hijau. Selain modal sosial, ditemukan faktor – faktor yang mempengaruhi terwujudnya desa/kampung menjadi hijau, yaitu: (1) kondisi fisik lingkungan; (2) manajemen pembangunan; (3) partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan; (4) kepemimpinan lokal; dan (5) budaya atau tradisi mayarakat. Diperlukan penguatan modal sosial masyarakat untuk melakukan kegiatan pembangunan agar lebih berhasil dan berkelanjutan. Disarankan penelitian selanjutnya yang mengkaji hubungan kepemimpinan dan partisipasi masyarakat dengan modal sosial
Green kampong project is a community – based activity to keep environment green with various actions. The project was evaluated by Bappeldalda in 2008, resulted in two categories: green and non-green villages. It is assumed that the role of social capital is important in this project. This research aimed to identify the role of social capital in village development to achieve green village/kampong. This was a deductive-qualitative research that described and compared social capital in each location (case). Data was collected through questionnaires, interviews, observations and documentations. The research indicated that there was difference in social capital between villages/kampong being green and those not being green. The difference was found in social capital elements of the community in doing environmental development. Beside social capital, there are others factors that effect community activity to be come green village/kampong; Those are: (1) environment physical condition; (2) development management; (3) community participation in development activity; (4) local leaderships; and (5) culture. The reserch recomends that strengthening social capital is necessary to guarantee more successful and sustainable development. Further researches are recommended to study the relations between community leadership, participation, and social capital.
Kata Kunci : Modal sosial,Kampung hijau,Kepemimpinan,Pembangunan desa ; social capital, green vilage, leadership, village development