Laporkan Masalah

Evaluasi potensi erosi tanah menggunakan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi di DAS Bodri Hulu, Jawa Tengah

SUKRISTIYANTI, Dr. H. Hartono, DEA., DESS

2010 | Tesis | S2 Geografi

Daerah penelitian adalah DAS Bodri Hulu dengan luas wilayah 501,81 km2. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi potensi erosi tanah di DAS Bodri Hulu pada skala menengah dengan menggunakan model erosi E30 dan pendekatan kualitatif; dan melakukan validasi terhadap kedua produk peta potensi erosi tanah yang diperoleh. Data utama yang digunakan adalah citra Landsat ETM+ dengan tanggal perekaman 29 Juni 2006 dan data DEM (Digital Elevation Model) dari peta RBI skala 1:25000. Metode yang digunakan adalah interpetasi visual tipe penggunaan lahan dan transformasi indeks vegetasi pada citra Landsat ETM+, penurunan kemiringan lereng pada data DEM, dan analisis spasial untuk evaluasi potensi erosi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua peta kelas potensi erosi tanah memiliki kemiripan sebesar 79%, dalam merepresentasikan hasil evaluasinya, Daerah penelitian didominasi oleh kelas potensi erosi ringan dengan nilai 0-20 mm/th. Tingkat kedetailan data DEM dari peta RBI dan DEM SRTM 30 m tidak setara dengan tingkat kedetailan peta kelas potensi erosi resolusim 30 m, sehingga data DEM tersebut tidak dapat dipakai sebagai bahan validasi. Validasi yang dilakukan terhadap hasil survai lapangan menunjukkan bahwa peta kelas potensi erosi tanah hasil evaluasi dengan metode kualitatif lebih representatif daripada hasil evaluasi dengan model E30. Hal ini disebabkan karena evaluasi potensi erosi tanah dengan metode kualitatif melibatkan variabel yang lebih banyak daripada evaluasi dengan model E30.

This researched area was upper watershed of Bodri covering an area of 501.81 square km. Some goals in this research were evaluating potential soil erosion in moderate scale by using an erosion model and a qualitative method, and validating the resulted soil erosion maps. The main data were Landsat ETM+ image recorded on 29 June 2006 and DEM data of RBI (Rupa Bumi Indonesia) map at the scale of 1:25,000. Methods used in this research were visual interpretation of landuse type and vegetation index transformation on Landsat ETM+ image, slope gradient derivation based on DEM data, and spatial analysis for evaluating potential soil erosion. Results indicated that both potential soil erosion class maps are resemble in representing their evaluation at the grade of 79%. The researched area is dominated by light potential soil erosion class with value at 0 – 20 mm/year. The detail level of DEM data derived from RBI map and SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) 30 m is not equal with detail level of those potential soil erosion class maps. It means that the DEM data cannot be used as a validation material for those maps. Validation to those maps by using ground check data showed that the potential soil erosion class map resulted by qualitative method is more representative than the other. It is caused that the qualitative method involved more variables.

Kata Kunci : evaluasi potensi erosi, citra Landsat ETM+, data DEM (Digital Elevation Model), analisis spasial, potential soil erosion evaluation, Landsat ETM+ image, DEM (Digital Elevation Model) data, spatial analysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.