Laporkan Masalah

Pengaruh status gizi pada umur 2 tahun ke bawah terhadap tingkat kecerdasan anak umur 5-6 tahun di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat

ANWAR, lalu Muhammad, Dra. MG. Adiyanti, M.Si

2010 | Tesis | S2 IKM-Gizi dan Kesehatan

Latar belakang : Kurang energi protein (KEP) pada anak usia di bawah lima tahun (balita) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di Lombok Timur prevalensi balita gizi kurang 25,5% dan balita kurus 15%. Gizi buruk pada usia dibawah 2 tahun dapat mengakibatkan perubahan struktural dan fungsional otak, yang kemungkinan berdampak negatif terhadap kecerdasan anak pada umur selanjutnya. Tujuan : Mengkaji pengaruh gizi buruk pada anak umur 2 tahun ke bawah terhadap tingkat kecerdasannya pada umur 5-6 tahun di Kabupaten Lombok Timur Propinsi NTB. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan kohort retrospektif. Subjek penelitian sebanyak 57 anak, terdiri dari 28 anak dengan riwayat gizi buruk dan 29 anak dengan riwayat gizi baik pada umur 2 tahun ke bawah. Data status gizi subjek pada umur 2 tahun ke bawah diperoleh dari laporan audit gizi buruk dan pekan penimbangan balita. Status gizi subjek saat ini diukur dan dihitung dengan bantuan perangkat lunak Antroplus 2009. Tingkat kecerdasan subjek diukur dengan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI). Perbedaan tingkat kecerdasan pada kedua kelompok dianalisis dengan uji t tidak berpasangan. Analisis multivariat dilakukan dengan regresi linier berganda. Semua analisis statistik dilakukan dengan tingkat kemaknaan α =0,05 dan interval kepercayaan (IK) 95%. Hasil dan Pembahasan : Riwayat status gizi buruk pada umur 2 tahun ke bawah berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak umur 5-6 tahun, meskipun telah dilakukan adjustment dengan karakteristik keluarga (pendidikan ibu, pendidikan ayah, status pekerjaan ibu dan status sosial ekonomi keluarga). Anak umur 5-6 tahun dengan riwayat gizi buruk memiliki skor IQ 6,5 poin lebih rendah daripada anak dengan riwayat gizi baik. Simpulan : Riwayat status gizi buruk pada umur 2 tahun ke bawah berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak pada umur 5-6 tahun.

Background: Protein energy deficiency among underfives is a public health problem in Indonesia including in District of Lombok Timur, Province of Nusa Tenggara Barat. The prevalence of underweight is 25.5% and wasting is 15%. Malnutrition in children under 2 years old can change brain structure and function, leading to a negative impact on intelligence later years. Objective: To analyze the effect of malnutrition of age in children under 2 years old to them intelligence at 5 – 6 years at District of Lombok Timur, Province of Nusa Tenggara Barat. Method: This study were an observational with retrospective cohort design. Subjects, consisted of 57 children, including 28 and 29 children with and without undernutrition history with under 2 years old. Assessment nutritional status children under 2 years used audit gizi buruk and pekan penimbangan reports. Assessment of current nutritional status used Anthroplus 2009. Assessment child intelligence used Weschsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI). Data analysis used independent t-test and multivariate analysis used multiple linear regression at significance α=0.05 and CI 95%. Result and Discussion: Result of nutrition status under 2 years effect to the intelligence had been readjusted with family characteristics (education of mothers and fathers, employment status of mothers and social economic status of the family). This effect remain exist after adjusted Children of 5 – 6 years old with malnutrition history had score of IQ 6.5 point lower than those with good nutrition history. Conclusion: Nutritional status of the first 2 years of life affected intelligence of children of 5 – 6 years old.

Kata Kunci : Gizi buruk bawah 2 tahun, Kecerdasan,malnutrition under 2 years, intelligence, WPPSI.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.