Laporkan Masalah

Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien Jamkesmas di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin

KRISTINA, Lina, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc., Ph.D

2010 | Tesis | S2 IKM-Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi

Latar belakang : Salah satu permasalahan yang terjadi di rumah sakit yaitu masih rendahnya kualitas pelayanan yang diberikan. Ketidakpuasan pasien yang paling sering dikemukakan dalam kaitannya dengan sikap dan perilaku petugas rumah sakit, antara lain: keterlambatan pelayanan dokter dan perawat, dokter sulit ditemui, dokter yang kurang komunikatif dan informatif, lamanya proses masuk rawat, aspek pelayanan di rumah sakit, serta ketertiban dan kebersihan lingkungan rumah sakit. Masih banyak keluhan dari pasien peserta Jamkesmas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan RSUD Ulin Banjarmasin, khususnya pada instalasi rawat inap, Selama ini banyak dijumpai adanya ekspresi ketidakpuasan pasien setelah mendapatkan layanan kesehatan dari RSUD Ulin. Bentuk ketidakpuasan tersebut berupa ekspresi kecewa dan diam bahkan ada yang mengajukan keluhan dalam bentuk lisan maupun tertulis. Tujuan Penelitian: Menganalisis tingkat kepuasan pasien Jamkesmas dan faktor-faktor apa saja yang berhubungan positif dengan tingkat kepuasan pasien Jamkesmas di intalasi rawat inap RSUD Ulin Banjarmasin Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di RSUD Ulin Banjarmasin. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien Jamkesmas. daninstrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala likert, dengan analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat regresi berganda. Hasil : Hasil uji hipotesis didapatkan bahwa karakteristik jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan, pengetahuan, kemauan berobat, dan akses tidak memiliki hubungan positif yang bermakna dengan tingkat kepuasan pasien Jamkesmas, sedangkan karakteristik umur dan pengalaman ada hubungan positif yang bermakna dengan kepuasan pasien Jamkesmas. Kedua variabel tersebut ada kontribusi efektif sebesar 35,4% pada tingkat kepuasan pasien Jamkesmas. Uji beda kedua variabel tersebut, yang memiliki hubungan paling kuat dengan tingkat kepuasan pasien adalah variabel umur. Kesimpulan : Umur merupakan variabel yang memiliki hubungan paling kuat dengan tingkat kepuasan pasien Jamkesmas

Background: A problem that persists in hospital is low quality of service. Dissatisfaction most frequently expressed by patients is related to attitude and behavior of hospital staff, such as: delayed service of doctors and nurses, doctors are not always available, less communicative and informative attitude of doctors, long process of hospitalization administration, aspect of service in hospital, orderliness and cleanliness of hospital environment. There are lots of complaints from patient of Jamkesmas participants over health service provided by Ulin Hospital Banjarmasin particularly at inpatient installation. So far there is expression of inpatient dissatisfaction over health service provided by Ulin Hospital Banjarmasin. Dissatisfaction is expressed in disappointment and silence, even some are expressed in oral or written complaints. Objective: To analyze satisfaction of Jamkesmas patients and factors positively associated with satisfaction of Jamkesmas patients at inpatient installation of Ulin Hospital Banjarmasin. Method: The study was analytic quantitative that used cross sectional design. Location of the study was Ulin Hospital Banjarmasin. There were 100 samples. Data were obtained through questionnaire with Likert Scale to find out factors associated with satisfaction of Jamkesmas patients. Data analysis used univariate, bivariate and double regression multivariate. Result: The result of hypothesis test showed that characteristics of gender, education and occupation, knowledge, willingness to seek medication, and access had no significant positive association with satisfaction of Jamkesmas patients, whereas characteristics of age and experience had positive significant association with satisfaction of Jamkesmas patients. Both of variables had effective contribution as much as 35.4% to satisfaction of Jamkesmas patients. The result of deviation test showed that variable of age had the strongest association with satisfaction of patients. Conclusion: Age had the strongest association with satisfaction of Jamkesmas patients.

Kata Kunci : Kepuasan pasien,Pasien Jamkesmas, patients satisfaction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.