Kadar debu kayu, kebiasaan merokok, masa kerja dan volume ekspirasi paksa pada tenaga kerja industri mebel CV. Bandengan Wood Desa Kalijambe Sragen
WIJAYANTI, Reni, Dr. dr. Lientje Setyawati Maurits, MS, Sp.Ok
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaPemaparan debu kayu terhadap fungsi paru dalam waktu lama akan berpengaruh pada obstruksi paru. Dengan demikian masa kerja yang lama bagi tenaga kerja yang bekerja di lingkungan berdebu berisiko mengalami obstruksi paru. Selain itu kebiasaan merokok dapat menyebabkan iritasi dan sekresi mukus yang berlebihan pada bronkhus sehingga berisiko juga terhadap obstruksi paru.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji hubungan masa kerja dan kebiasaan merokok dengan obstruksi paru tenaga kerja yang terpapar debu kayu di industri mebel CV. Bandengan Wood Desa Kalijambe Sragen.Penelitian dilaksanakan dengan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah tenaga kerja laki-laki di bagian finishing yang berjumlag 68 orang. Data diperoleh melalui wawancara dan pengukuran yang selanjutnya dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan merokok dapat menurunkan %FEV1 (r = -0,422, p < 0,01). Masa kerja juga dapat menurunkan %FEV1 (r = 0,407, p < 0,01). Ada hubungan kebiasaan merokok dan masa kerja dengan kapasitas fungsi paru jenis obstruktif (F = 4,309, p < 0,05). Dengan demikian semakin banyak rokok yang dihisap dan semakin lama tenaga kerja bekerja dapat meningkatkan obstruksi paru (nilai %FEV1 semakin menurun).
The expossure of wood dust in a long period of time will influence the lung function and can cause lung obstruction. Hence, long-tenure workers in furniture industry have higher risk to develop lung obstruction. Smoking habit also can cause iritation and excessive bronchial mucous secretion, which increase the risk of lung obstruction. This research is done to assess the relation between tenure,smoking habit, and forced expiratory volume on workers exposed by wood dust in Furniture industry CV. Bandengan Wood Kalijambe, Sragen.This analitycal research was conducted with cross sectional approach.Samples were collected from male workers in finishing department, all around 68 workers. Data was collected through observation, examination, and measurement of forced expiratory volume. Data were then analyzed statistically by univariate,bivariate, and multivariate analysis.The result indicates that smoking habit can decrease %FEV1 (r = -0,422, p < 0,01). Tenure also decrease %FEV1 r = -0,407, p < 0,01). There is a relation between smoking habit, tenure and obstructive lung condition (F = 4,309, p < 0,05), This shows that the more cigarettes smoked by worker, the higher risk the worker faced for lung obstruction %FEV1 decrease).
Kata Kunci : Kebiasaan merokok,masa kerja,Obstruksi paru,Terpapar debu kayu, smoking habit, tenure, lung obstruction, wood dust expossure