Laporkan Masalah

Perbedaan antara pengaruh diskusi kelompok kecil dan ceramah dalam peningkatan pelayanan informasi obat ISPA bagi petugas penyerah obat di puskesmas dan Puskesmas Pembantu Kabupaten Tanjung Jabung Barat

WIWIED. WD, Dra. I.M. Sunarsih, SU

2010 | Tesis | S2 IKM-Manajemen Kebijakan Obat

Latar Belakang. Salah satu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas yaitu Pelayanan Informasi Obat (PIO). Dari penelitian terdahulu telah diketahui bahwa DKK dapat meningkatkan PIO yang diberikan oleh Petugas Penyerah Obat (PPO), namun intervensi ceramah merupakan metode intervensi yang selalu digunakan oleh Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kualitas petugasnya, untuk itu peneliti tertarik untuk melihat bagaimana perbandingan peningkatan PIO ISPA dengan menerapkan indikator PIO antara metode intervensi DKK dengan intervensi ceramah kepada PPO. Dipilihnya pasien ISPA dalam penelitian ini karena ISPA merupakan penyakit peringkat pertama dari sepuluh penyakit terbesar di kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap Petugas Penyerah Obat dalam memberikan Pelayanan Informasi Obat ISPA antara kelompok intervensi DKK disertai umpan balik tertulis dengan kelompok intervensi ceramah disertai umpan balik tertulis. Metode Penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan eksperimental semu dengan pre dan post test menggunakan kontrol. Subyek penelitian ini adalah 9 Puskesmas dan 27 Pustu yang ada di kabupaten Tanjung Jabung Barat. Subyek dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok intervensi DKK, kelompok intervensi ceramah dan kelompok kontrol. Setelah intervensi dilakukan Umpan Balik (UB) sebanyak dua kali, penilaian terhadap subyek dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan time point 2 minggu. Data dikumpulkan secara prospektif dengan mengamati pengetahuan, keterampilan dan sikap PPO dalam menyampaikan komponen informasi obat serta pelayanan informasi obat. Data Kuantitatif dianalisis menggunakan Paired Sample T Test, Independent Sample T Test dan Anava. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap dan pelayanan informasi obat (waktu penyerahan obat, obat dengan etiket yang benar dan pasien yang memahami informasi obat) yang signifikan oleh PPO pada kelompok DKK dan ceramah. Secara statistik hasil intervensi kelompok DKK lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok ceramah, namun secara praktis perbedaan peningkatan PIO antara kelompok DKK dan ceramah tidak terlalu bermakna. Untuk meningkatkan satu point nilai keterampilan pada kelompok DKK membutuh kan biaya yang lebih murah dan waktu yang lebih singkat bila dibandingkan dengan kelompok ceramah. Kesimpulan : Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa intervensi DKK disertai umpan balik tertulis memiliki hasil yang lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan pelayanan informasi obat ISPA oleh PPO dari pada intervensi ceramah disertai umpan balik tertulis.

Background. One of health service that be given by Public Health Center (PHC) is Drug Information Service (DIS). To increase Drug Information Service can with to do intervention of Small Group Discussion (SGD) and discourse. Discourse intervention is an activity that is done much to improve the performance of health officer. Accute Respiratory Infection ranks top level on pattern of walked - treatment of PHC in Tanjung Jabung Barat district for all ages, thus in this research undertook a comparison of the improvement of DIS of Accute Respiratory Infection by drug dispenser between both intervensions of SGD and discourse. Research Method. This research is done by quasi experimental design with pre and post test using control. The research subject is 9 of Public Health Center and 27 of Assistant Public Health Center are located in Tanjung Jabung Barat district. Those subjects are divided into three groups; SGD intervention, discourse intervention and control group. After intervention conducted feed back twice, the assessment of subject is done pre and post intervention by two weeks of time point. Data is gathered prospectively by observing knowledge, skill and attitude of drug dispenser in conveying drug information component as well as drug information service. Quatitative data is analyzed by using Paired Sample T Test, Independent Sample T Test and Anava. Result : The research finding shows that there is an improvement of knowledge, skill, attitude and drug information service (time of drug distribution, correct ethiquete drug and patient understading such drug information) significantly by drug dispenser on SGD and discourse group, while of the control group, there is no improvement at all. The result of SGD intervention group, practically is much better rather than discourse group, and using independent sample t test is only drug dispenser’s skill and attitude grade that have no significantly distinguish between SGD and discourse group. Conclusion : The result of research concluded is that DKK intervention along with written feed back has better result in improving knowledge, skill and attitude and Accute Respiratory Infection drug information service by drug dispenser than discourse intervention followed by written feed back.

Kata Kunci : PIO,Diskusi kelompok kecil,Ceramah,ISPA,PPO,Drug Information Service,Small Group Discussion,Discourse,Accute Respiratory Infection,Drug Dispenser.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.