Uji mutu pap smear sediaan kering sebagai alternatif pembuatan sediaan sitologi serviks
ARIYANA, I Made, dr. HR. Soeharyono, SpOG(K)
2010 | Tesis | S2 PPDS 1-Obstetri dan GinekologiLatarbelakang: Pap smear sebagai skrining rutin pada deteksi dini serviks. Fiksasi yang sering dikerjakan untuk sediaan pap smear adalah dengan menggunakan alkohol 95%. Fiksasi yang jelek dan timbulnya artefak disebabkan oleh cara pengambilan yang dilakukan oleh tenaga yang kurang terampil, sehingga sediaan sering tidak memuaskan. Hal ini menyebabkan pasien harus dilakukan pemeriksaan pap smear ulangan. Rehidrasi dengan NaCl merupakan suatu alternatif fiksasi sediaan pap smear seperti pernah dilaporkan oleh Sivraman dan Iyengar dengan hasil memuaskan. Penelitan Gupta dkk 2003 menunjukan hasil memuaskan pada kelompok sediaan kering (NaCl) dibandingkan dengan sediaan basah (alkohol 95%) dengan hasil 61,3% versus 50,1%. Adekuasi lebih kuat pada sediaan kering (26,5% versus 15,4%) dengan nilai P<0,001. Latar belakang eritrosit pada kelompok sediaan kering hanya 3% dibandingkan dengan sediaan basah 12% (P,,001). Tujuan: Membandingkan fiksasi sediaan kering (NaCl) dengan sediaan basah (Alkohol 95%). Rancangan penelitian: cross sectional. Bahan dan cara penelitian: Subyek penelitian adalah wanita yang memenuhi persyaratan pap smear (kriteria inklusi) yang berkunjung di poliklinik Ginekologi-Onkologi Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta, Yayasan Kanker Kucala Yogyakarta, Puskesmas Melati 1, Puskesmas Melati 2 Sleman Yogyakarta. Subyek penelitian dilakukan pap smear dan dibuatkan dua buah sediaan basah dan dua buah sediaan kering (dikeringkan di udara selama 30-24 jam, lalu direhidrasi dengan NaCl 0,9%) selanjutnya dilakuakn pengecatan papanicolou dan dievaluasi berdasarkan sistem Bethesda 2001. Hasil: Didapatkan 310 sampel penelitian, namun yang diikut penelitian sebesar 306 orang, 4 pasangan slide pecah. Sediaan kering memiliki adekuasi yang sama baiknya dengan sediaan basah 263 (85,9%) berbanding 266 (89,9%) dengan nilai P= 0,607. Tidak terdapat perbedaan bermakna sediaan kering dengan sediaan basah dilihat dari segi densitas seluler 217 (70,9%) dan 215 (70,3% ) dengan P=0,925, pengeringan di udara seidaan kering dengan sediaan basah 272 (88,9%) dan 272 (89,9%) P=1,000. Ganguan latar belakang eritrosit dan sel radang terdapat perbedaan bermakna antara sediaan kering dibandingkan dengan sediaan basah, Sediaan basah lebih sedikit terjadi ganguan akibat latar belakang eritrosit dengan diskorda 10,8% dan nilai P=0,005. Latar belakang sel radang sediaan basah lebih sedikit di bandingkan sediaan kering dengan diskordan10,1% dengan nilai P=0,029. Sediaan basah dan sediaan kering sama baiknya untuk menilai adanya abnorrmalitas sel, HGSIL kelas 4 dengan curiga sel ganas tampak pada sediaan kering. Simpulan: Sediaan kering bisa digunakan untuk alternatif sediaan pap smear.
Kata Kunci : Pap smear,Sediaan basah,Sediaan kering