Laporkan Masalah

Analisis faktor risiko kehamilan ektopik di Rumah Sakit Dr. Sardjito dari tahun 2003-2008

KHAIRIL, dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., PhD, SpOG(K)

2010 | Tesis | S2 PPDS 1-Obstetri dan Ginekologi

Latar belakang: Secara umum belum ada kesepakatan yang pasti mengenai jenis faktor risiko yang berpengaruh terhadap peningkatan kejadian kehamilan ektopik. Beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kehamilan ektopik, yaitu radang panggul, kebiasaan merokok, riwayat operasi pelvis, penggunaan alat kotrasepsi dalam rahim (AKDR), induksi ovulasi, riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, kelainan tuba, induksi aborsi dan pemakaian obat-obat hormonal. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor risiko terjadinya kehamilan ektopik selama 5 tahun di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Bahan dan cara: Subyek penelitian adalah pasien ginekologik di RS dr. Sardjito Yogyakarta. Kelompok kasus adalah semua pasien yang terdiagnosis kehamilan ektopik di RS Sardjito dari Januari 2003 - Desember 2008 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Kelompok kontrol adalah pasien kehamilan intrauterin di unit rawat jalan poliklinik Obstetri RS Sardjito umur kehamilan 16 – 20 minggu yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna dalam hal usia pada kasus kehamilan ektopik dengan kontrol (χ2 sebesar 0,038 dan p sebesar ,846). Begitu juga dengan status pendidikan (χ2 sebesar 0,228 dan p sebesar 0,633 ) dan gravida ( χ2 sebesar 0,038 dan p sebesar 0,846 ). Analisi bivariat menunjukan bahwa terjadi peningkatan yang bermakna kehamilan ektopik pada pasien dengan riwayat abortus (OR: 2,42 dan CI95%:1,340 – 4,401). Begitu juga dengan riwayat infertilitas bermakna meningkatkan kehamilan ektopik (OR: 2,24 dan CI95%: 1,176 – 4,300). Kehamilan ektopik tidak berpengaruh pada pemakaian AKDR (OR:1,04 dan CI95%: 0,703 – 1,543) dan kontrasepsi hormonal (OR:1,08 dan CI95%:0,730 – 1,613). Sedangkan riwayat KET dan riwayat operasi pelvis tidak bisa dilakukan uji statistik kare na tidak didapatkan kasus. Simpulan: Riwayat abortus dan riwayat infertilitas merupakan faktor risiko terjadinya kehamilan ektopik.

Background: It has been reported that there was increase the incidence of ectopic pregnancy. But, still no agreement about the most common risk factors of ectopic pregnancy. There was some risk factors of ectopic pregnancy such as pelvitis, cigarette, intrauterine device, inducti on of ovulation, previous history of ectopic pregnancy, tube anomaly, induction of abortion and hormonal usage. Aims: To know risk factors of ectopic pregnancy for 5 years in Sardjito Hospital. Method: All subject was gynecologycal patient in Sardjito Hospital. Case group was the patient diagnosed as ectopic pregnancy since Januari 2003 until Desember 2008. Control group was patient with normal pregnancy 16-20 weeks of gestation. Result: There were 426 research subjects consisted of 213 patient at case group and 213 patiens at control group. There is no significant difference between case and control group based on age and education demography. There is significant difference in two risk factors of ectopic pregnancy, such as previousabortion (OR: 2,42 and CI95%: 1,34-4,40) and infertility (OR: 2,24 and CI95%: 1,17-4,30). But, no significant difference to increased ectopic pregnancy in patient with previous intrauterine device (OR: 1,04 and CI95%: 0,703-1,54) and hormonal usage (OR: 1,08 and CI95%: 0,73-1,613). Conclusion: Previous abortion and infertility were risk factor of ectopic pregnancy.

Kata Kunci : Kehamilan ektopik,Faktor risiko,ectopic pregnancy,risk factor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.